Kota Bima Penyumbang Angka Tertinggi Kasus Baru Positif  

UPDATE : Data peta perkembangan Covid-19 di NTB tanggal 27 Oktober 2020.

MATARAM-Kasus baru positif Covid-19 di NTB masih relatif tinggi, meski di satu sisi angka kesembuhan juga terus bertambah.

Data Gugus Tugas Provinsi NTB mencatat tambahan kasus baru positif Covid-19 pada Selasa (27/10) sebanyak 27 orang. Hal ini diketahui setelah pemeriksaan 134 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium RSUD DR.R.Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RSUD Kabupaten Bima, dengan hasil 103 sampel negatif, 4 sampel ulangan dan 27 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dari angka jumlah kasus baru positif tersebut, Kota Bima kambali menjadi daerah penyumbang angka positif tertinggi dengan 21 orang. Sisanya dari, Lombok Tengah satu orang, Lombok Timur empat orang, Sumbawa satu orang.

Pada hari yang sama juga ada tambahan 32 pasien selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19 setelah melalui tahapan uji swab dua kali negatif. Terbanyak dari Lombok Utara dan Lombok Timur masing-masing 10 orang, sisanya, dari Mataram satu orang, Lombok Barat dua orang, Lombok Tengah empat orang, Sumbawa tiga orang, Dompu satu orang dan Kota Bima hanya satu.

“Dengan adanya tambahan 27 kasus baru terkonfirmasi positif dan 32 tambahan sembuh baru, maka
jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (27/10/2020) sebanyak 3.934 orang,
dengan perincian 3.225 orang sudah sembuh, 219 meninggal dunia, serta 490 orang masih positif,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi melalui press release pada Selasa malam.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 12.278 orang dengan perincian 225 orang (2%) masih dalam isolasi, 66 orang (1%) masih berstatus probable, 11.987 orang (97%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19  namun tanpa gejala sebanyak 30.613 orang, terdiri dari 2.113 orang (7%) masih dalam karantina dan 28.500 orang (93%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah
melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 89.709 orang, yang masih menjalani
karantina sebanyak 1.380 orang (2%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak
88.329 orang (98%). “Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum
penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran
Covid-19,”ujarnya.

Ia juga sampaikan permakluman bahwa pasien nomor 3885 atas nama W, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, yang diumumkan tanggal 26 Oktober 2020 sesungguhnya adalah pasien nomor 3884. Sehingga pasien positif Covid-19 dengan nomor 3885 dipakai untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru hari ini, yakni atas nama SS, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. “Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan
tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif
untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,”katanya. (sal)