Kota Bima Penyumbang 21 Kasus Baru Positif

UPDATE : Data peta perkembangan Covid-19 di NTB tanggal 20 November 2020

MATARAM-Gugus Tugas Provinsi NTB mencatat angka kasus baru positif Covid-19 yang terus mengalami peningkatan.

Data Gugus Tugas NTB kasus baru positif pada Jumat (20/11) sebanyak 28 orang. Hal ini diketahui setelah pemeriksaan 187 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium PCR RS Universitas
Mataram. Hasilnya dari 157 sampel negatif, dua sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19. Kota Bima penyumbang angka kasus baru positif yang paling tinggi sebanyak 21 orang. Sisinya dari Lombok Barat satu orang, Lombok Tengah satu orang, Lombok Timur satu orang dan Kabupaten Sumbawa empat orang. 

Pada hari ada tambahan dua pasien selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19 setelah melalui tahapan uji swab dua kali negatif. Dari Lombok Barat satu orang dan Lombok Timur satu orang. “Dengan adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, dua tambahan
sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB
sampai hari ini (20/11/2020) sebanyak 4.584 orang, dengan perincian 3.745 orang sudah sembuh, 245 meninggal dunia, serta 594 orang masih positif,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi melalui press release pada Jumat malam.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 13.030 orang dengan perincian 398 orang (3%) masih dalam isolasi, 45 orang (0,4%) masih berstatus probable, 12.587 orang (96,6%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 35.985 orang, terdiri dari 3.092 orang (8,8%) masih dalam karantina dan 32.893 orang
(91,2%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 92.638 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.250 orang (1,3%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 91.388 orang (98,7%). Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menganggap remeh bahaya Covid-
19, karena virus ini berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama mereka yang tidak
disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Terlebih gejala umum terpapar Covid-19 sangat sulit untuk
dikenali, tidak hanya deman tinggi, sesak napas atau gangguan pernapasan saja, tetapi juga seringkali sangat mirip dengan penyakit komorbid lain, seperti jantung, DB, tipes serta batuk, asam lambung dan penyakit pencernaan lainnya. Oleh karena itu, guna meminimalkan risiko kematian, diharapkan kepada warga masyarakat yang mengalami gejala awal penyakit-penyakit tersebut agar lebih dini
memeriksakan diri pada petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat
dan tepat. Selain itu, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, maka langkah pencegahan dan pengobatan paling penting yang dapat dilakukan saat ini adalah tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19. Setiap orang wajib menjaga dirinya dan orang-orang disekitarnya dengan menerapkan 3M dan 1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir,
menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun atau menjauhi keramaian. “Demikian juga bagi
pengelola fasilitas publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat untuk memperhatikan, mengawasi serta menyediakan sarana pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan,”ujarnya seraya mengimbau. (sal)