Korsleting, Rumah Yatim Ludes Terbakar

KEBAKARAN
TERBAKAR: Inilah kondisi rumah Habib Prayuda yang terbakar akibat korsleting listrik, Sabtu (17/8). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Momentum perayaan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI menjadi hari nahas bagi Habib Prayuda.

Bagaimana tidak, rumah bocah 14 tahun asal Dusun Montong Batu II Desa Muncan Kecamatan Kopang ini, ludes terbakar sekitar pukul 09.30 Wita, Sabtu (17/8). Habib yang tinggal sendiri di rumahnya mengaku tak tahu penyebab kebakaran itu. Ia sama sekali merasa tak pernah menyalakan api hingga menyebabkan rumahnya kebakaran.

Bahkan, sejak ditinggal menikah lagi oleh ibunya, Habib nyaris tak pernah menyalakan api di rumahnya. Rumahnya hanya akan berasap ibunya masih tinggal di rumah itu sebelum ditinggal mati bapaknya ketika merantau ke Malaysia. ‘’Kuat dugaan penyebab kebakaran ini karena korsleting listrik,’’ terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah, H Muhammad, Sabtu (17/8).

Muhammad menuturkan, kejadian itu pertama kali dilihat tetangga korban bernama Sumarni, 48 tahun. Waktu itu, Sumarni sedang menyapu di halaman rumahnya. Ia kemudian mendengar suara ledakan berasal dari rumah korban.

Sumarni yang curiga dengan suara ledakan itu berusaha membuka pintu rumah yang sedang ditinggal penghuninya itu. betapa terkejutnya Sumarni ketika melihat kobaran api dengan ganasnya menjilat seluruh isi rumah Habib. Sumarni kemudian berteriak meminta tolong.

Zainal Abidin, 50 tahun, tetangga korban lainnya seketika merespons teriakan Sumarni. Ia langsung meminta tolong kepada warga lainnya agar secepatnya datang dan membantu memadamkan api. ‘’Sekitar 30 menit kemudian apai dapat dipadam warga sekitar dengan peralatan seadanya,’’ tambah Muhammad.

Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Pemilik rumah sedang berada di luar sehingga hanya mengalami kerugian materil sekitar Rp 35 juta. Dari kejadian itu, Muhammad mengimbau agar semua warga waspada terhadap bencana. Terutama bencana kebakaran pada musim kemarau seperti sekarang ini.

Apalagi, kata Muhammad, sekitar pukul 21.10 Wita, Jumat (16/8), kebakaran oven tembakau kembali terjadi di Dusun Pondok Desa Langko Kecamatan Janapria. Oven milik Sahrudin, 45 tahun, ini terbakar ketika korban sedang mengecek api oven tembakaunya yang lain.

Saat itulah, Saharudin melihat api oven tembakaunya yang lain sudah membumbung tinggi. Ia kemudian berteriak meminta tolong. Warga langsung memadamkan api yang mulai berkobar tanpa harus menawari jasa.

Sekitar pukul 22.30 Wita, mobil pemadam kebakaran datang setelah dihubungi Polres Lombok Tengah. Sekitar pukul 23.10 Wita, api dapat dipadamkan. ‘’Untuk sementara diperkirakan kebakaran diakibatkan kerusakan pada tungku oven,’’ ujarnya.

Muhammad juga mengaku tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. korban hanya mengalami kerugian materil sekitar Rp 70 juta. Karena saat kejadian, oven berisi 120 gelantang (ikatan) tembakau kering atau sekitar 6 ton. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid