Korea Selatan Bangun Fasilitas TWA Gunung Tunak

Korsel Bangun Fasilitas TWA Gunung Tunak
RESMIKAN: Tenaga Ahli Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Bidang Marine dan Ekosistem Kelautan Rusdi Ridwan (kiri), Sekda Pemprov NTB H Rosiady Sayuti (tengah), dan Dirjen Kehuatan Korsel Kim Young Chul (kanan) bersama-sama menendatangani prasati peresmian Kawasan TWA Gunung Tunak. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Hubungan bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan di bidang pariwisata membuahkan hasil.

Tak hanya di daerah lain, tetapi kini sudah mulai menyentuh Kabupaten Lombok Tengah. Sejumlah fasilitas seperti Butterfly Ekosystem Center, tugu pintu masuk, pusat informasi, gedung serbaguna, pusat tekologi, jalan trail, guest house, dan lainnya, dibangun di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak Desa Mertak Kecamatan Pujut. Semua fasilitas itu dibangun sejak tahun 2015 berdasarkan dukungan dari Pemerintah Kores Selatan.

Selasa kemarin (6/3), semua fasilitas itu diresmikan kedua belah pihak. Hadir dalam kesempatan itu Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Marine dan Ekositem Kelautan, Rusdi Ridwan, Dirjen Kehutanan Korea Selatan Kim Young Chul, Sekda Provinsi NTB Rosiady Husaeni Sayuti, Plt Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, dan pejabat penting lainya baik dari Pemprov NTB maupun Pemkab Lombok Tengah.

Kim Young Chul menjelaskan, proyek yang diresmikan dan akan mulai dioperasikan ini merupakan salah satu proyek dari hubungan bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan. Peresemian ini dilakukan setelah menempuh perjalanan panjang kerja sama kedua negara dalam pengembangan wisata alam dan rekreasi. Untuk itu, pihaknya berharap semua fasilitas yang ada bisa digunakan sebagai bagian dari pengembangan wisata alam di NTB, khususnya di Lombok Tengah. “Apalagi, jika melihat potensi yang dimiliki saat  ini di ratusan hektare lahan TWA, sangat banyak peluang spot wisata baru bisa dibuka,” harapnya ketika memberikan sambutan.

Kim Young Chul juga berharap, jangan sampai budaya lokal masyarakat sekitar dilupakan dengan adanya TWA itu. Dengan adanya TWA ini juga, maka lambat laun bisa mendatangkan jutaan wisatawan. Sebagai contoh, di Korea Selatan terdapat 160 hutan wisata dan rekreasi. Dari jumlah hutan tersebut, kini telah mampu mendatangkan tiga juta wisatawan per tahun. “Dibandingkan dengan negara kami, potensi wisata alam Indonesia jauh lebih potensial. Makanya, tinggal diseriuskan lagi pengembangannya. Dan mudahan kerja sama seperti terus terjalin kedepan bapak dan ibu,” harapnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Marine dan Ekositem Kelautan, Rusdi Ridwan dalam kesempatan itu mengajak semua elemen menjaga dan merawat semua fasilitas TWA itu dengan baik. Karena bangunan itu bisa didirikan dengan perjalanan panjang dan keseriusan pemerintah Korea Selatan. Negara itu ingin melihat itu kemandirian warga di kawasan wisata. “Untuk diketahui, sejumlah fasiltas yang dibangun ini merupakan bagian dari keseriusan Pemerintah Korea Selatan mewujudkan kemandirian masyarakat sekitar. Di samping itu, sebelumnya juga  16 pemuda setempat ditraining di korea selatan untuk mendukung pengelolaan TWA tersebut,’’ paparnya.

Dengan demikian, fasilitas ini tinggal dioperasikan dan bisa difungsikan dengan baik oleh masyarakat. “Karena ini berbasis masyarakat, maka manajemen pengelolaannya juga diserahkan ke masyarakat,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu juga Sekda Pemprov NTB H Rosiady Sayuti berharap, TWA itu memiliki dampak besar dalam memajukan perkembangan wisata di NTB. Terlebih, jika melihat jarak antara TWA Gunung Tunak dengan KEK Mandalika sangat dekat. Secara tidak langsung merupakan bagian dari pengembangan KEK atau bisa dikatakan kawasan penyangga. “Untuk itu pula, pemprov berharap pihak pengelolanya harus maksimal, terutama promosi agar kunjungan wisatawan terus meningkat. Karena tidak menutup kemungkinan, TWA Gunung Tunak menjadi kawasan prioritas wisatawan lokal maupun manca negara berkunjung, baru kemudian ke tempat-tempat lain,” katanya.

Jika hal itu bisa dilaksanakan dengan baik, sambung dia, maka secara otomatis kesejahteraan dan perekonomian warga sekitar tentunya juga meningkat. “Tinggal bagamana sekarang fasilitas-fasilitas ini dijaga dan dipelihara dengan baik sembari promosi lebih intens,” tandasnya.

Harapan sama juga disampaikan Plt Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, melihat progres rencana pengembangan kawasan TWA Gunung Tunak di bawah pengawasan BKSDA dan setelah adanya fasilitas wisata ini. Keberadaan kawasan TWA Gunung Tunak sangat menjanjikan untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Terlebih, pengelolaan fasilitas ini berbasis masyarakat. “Untuk itu, saya berharap kedepan pengelolaan dan pengembangannya ini bisa memberikan multiplier effect untuk pembangunan pariwisata daerah, khususnya Lombok Tengah. Apalagi dengan luas kawasan TWA Gunung Tunak ini lebih dari 312 hektare, maka saya yakin multiplier effect besar kedepan,” harapnya. (met)