Korban Puting Beliung Bertambah

PRAYA-Korban hujan deras disertai angin kencang dan putting beliung, Selasa (8/11) lalu bertambah jadi 325 rumah.

Kerusakan ini tersebar di seluruh Kecamatan Praya dan Praya Tengah. Seperti Kelurahan Leneng, Renteng, Praya, Tiwugaih, Gerunung, Desa Bunut Baok, dan Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah. Data sementara yang diperolah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah menyebutkan, Kelurahan Jontlak sebanyak 7 rumah, Tiwugalih 91 rumah, Leneng 35 rumah, Renteng 12 dan Gerunung 13 rumah, Praya 100 lebih, Desa Bunut Baok 26 rumah, dan Desa Muncan Kecamatan Kopang 1 rumah. ‘’Kerusakan yang paling parah itu di Kelurahan Praya,’’ ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Tengah, Zainul Arifin, kemarin (11/11).

Sampai saat ini, BPBD masih terus mendata terkait penilaian kerugian terhadap rumah korban ini. BPBD juga tetap berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait lainnya, seperti Dissosnakertrans, Satpol PP dan Dinas PUESDM. Bahkan, pihaknya akan berkoordinasi tidak sebatas bantuan korban saja, melainkan mencari solusi terkait sudah banyaknya pohon di pinggir jalan yang suatu saat bisa saja akan roboh. ‘’Jadi sekarang ini kita bukan hanya koordinasi soal korban bencana saja, tapi bagaimana juga mengantisipasi bencana itu,’’ ujarnya.

Ditambahkan Sekretaris BPBD Lombok Tengah, Sahabudin, data ini merupakan data sementara kerusakan, baik kerusakan berat, sedang maupun ringan. ‘’Untuk sementara data yang masuk   Menurut Sahabudin, data tersebut 90 persen valid karena diserahkan langsung pemerintah desa/kelurahan bersangkutan ke BPBD. Karenanya, pihaknya masih mengecek kebenaran data tersebut di lapangan. Dengan demikian, pihaknya bersama instansi terkait bisa mengucurkan anggaran sesuai kebutuhan.

Tentunya, bantuan ini nanti sifatnya skala prioritas berdasarkan keputusan instansi terkait. Terlebih, persoalan ini sudah diserahkan ke Sekda Lombok Tengah H Nursiah. Nantinya, akan ada rapat koordinasi bersama unsur pimpinan dalam menentukan bentuk bantuan tersebut. ‘’Untuk sementara ini memang bantuan sudah jalan juga sebagian. Misalnya yang rumahnya rusak atapnya, kita kirimkan asbes,’’ sebut Sahabudin.

Ditambahkan, keterlambatan pendataan tersebut dikarenakan saking banyaknya laporan yang masuk. Sedangkam mobil untuk operasional mengangkut bantuan hanya dua unit. ‘’Mobil yang kita pakai hanya dua,” tandasnya. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid