Korban Penganiayaan Camat Keruak Mengadu ke Dewan

SELONG—Dugaan penganiayaan yang dilakukan Camat Keruak, terhadap salah seorang  pegawainya sendiri telah berujung laporan polisi. Korban, Kamaluddin, pegawai Trantib Kecamatan setempat melaporkan Camat Keruak ke polisi, terkait dugaan penginayaan yang dilakukan saat pelaksanaan apel HUT RI beberapa hari lalu.

Selain melapor ke polisi, korban ternyata juga mengadukan persoalan itu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim. Sayangnya, kedatangan Kamaluddin ke dewan belum bisa terlaksana. Lantaran kalau ingin ketemu, maka dia disarankan untuk memasukkan surat lebih dahulu, agar segera dijadwalkan hearing.

Sementara anggota DPRD dari Fraksi Restorai, Syamsul Rijal, sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Camat Keruak. Sebagai pemimpin harusnya tidak mencerminkan sikap seperti itu, apalagi sampai memarahi dan memukul pegawainnya didepan umum. “Bagi saya, sikap Camat ini tidak mencerminkan seorang pemimpin. Kalau ada masalah jangan disampaikan didepan orang banyak,” kritiknya Minggu kemarin (21/8).

Disampaikan, kedatangan korban ke dewan adalah untuk meminta hearing. Karena itu dia disarankan agar memasukkan surat ke dewan secara resmi. “Bersurat dulu supaya bisa kita jadwalkan hearingnya. Nanti kita akan panggil Camat Keruak,” singkatnya.

Sementara korban penganiayaan Camat Keruak, Kamaluddin ketika ditemui membenarkan kalau pihaknya telah melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke polisi. “Sudah saya laporkan ke polisi dugaan penganiyaan yang dilakukan Camat,” ungkapnya.

Dikatakan, dirinya sama sekali tidak mengetahui kenapa dirinya diperlakukan seperti itu oleh Camat. Namun selama ini, Camat tersebut memang merupakan sosok yang suka emosi dan marah. Tidak hanya kepada dia saja, namun sejumlah pegawai di lingkup Kecamatan Keruak juga sering kali kena marah oleh camat tersebut. “Banyak orang suka dimarahi. Memang tidak sampai dipukul,” lanjutnya.

Kronologis dugaan penganiyaan itu lanjutnya, berawal saat pelaksanaan apel 17 Agustus berlangsung. Selesai apel, korban yang sedang duduk dipanggil Camat untuk menghadap. Didepan orang banyak, dia pun dimarahi dengan alasan karena tidak menyuruh pasukan Paskibraka untuk menggantikan pakaian. “Endak ada pakaian penggantinya, gimana mereka mau ganti pakian,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, ia juga dituding telah mengajak duduk para peserta apel. Padahal itu tidak pernah dilakukan. Kemarahan camat itu semakin memuncak, dan langsung mencekik korban dibagian leher hingga tergores. “Setelah saya dicekik, kemudian saya lagi mau dipukul. Tapi saya tahan pukulannya,” katanya.

Meski demikian, ia pun sempat tak menghiraukan perbuatan Camat. Namun sepulangnya, dia merasa kesakitan karena bekas cekikan dibagian leher. Ia pun kemudian memilih melapor ke Polsek setempat. “Saya sudah seringkali dimarahi (Camat),” akunya.

Sedangkan Camat Keruak, Idham ketika dihubungi membantah jika telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Dirinya hanya sebatas marah dan mendorong saja, dan saat itu juga dia sudah meminta maaf ke korban. “Itu masalah internal, sudah kita selesaikan,” jawabnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid