Korban Pembobolan Rekening BRI Bertambah

GANTI PIN : Nasabah BRI ramai-ramai mengganti PIN ATM di gerai ATM BRI di Kantor Cabang Utama BRI Mataram, Sabtu lalu (29/10) (Zulfahmi/Radar Lombok)

MATARAM– Jumlah laporan korban pembobolan rekening nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan modus skimming (pencurian data nasabah) melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM)  terus bertambah.

Dari data yang diterima dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari  BRI tercatat ada   405 orang dengan  kerugian mencapai Rp 2,084 miliar.

" Ini data sampai dengan hari Kamis kemarin (27/10)." kata  Deputi Bidang Pengawasan Bank OJK Perwakilan NTB  Hj Aprillah HS, Minggu (30/10).

Dengan semakin bertambahnya jumlah korban, OJK meminta kepada  BRI untuk terus dan tetap berusaha memberikan penjelasan kepada para korban. Tidak hanya itu, OJK menenkan kepada BRI dalam jangka waktu 20 hari harus sudah ada tindak lanjut terhadap laporan kehilangan yang sudah disampaikan kepada BRI.

Ditegaskn April, soal kapan penggantian harus diberikan kepada nasabah, ini tergantung waktu, tetapi memang ada batas waktu pengembalian. BRI tentunya membutuhkan pengecekan apakah korban-korban tersebut memang korban kejahatan dengan modus skimming atau tidak. " BRI butuh waktu untuk pendataan dan verifikasi untuk ganti rugi," terangnya.

Selama ini  April,  manajemen BRI sudah dinilai kooperatif oleh OJK dalam melakukan koordinasi dan pelaporan terhadap perkembangan korban." Kita minta BRI setiap saat ada perkembang melapor kepada kami," tuturnya.

Sementara itu nasabah mendatangi kantor BRI Cabang Mataram  untuk membuka blokir rekening nasabah  dengan tujuannya untuk terhindar dari

kejahatan dengan modus  skimming ini. Nasabah yang datang ini sebagian besar korban pembobolan rekening, tetapi ada juga yang tidak jadi korban tetapi khawatir dengan aksi kejahatan ini sehingga meminta pemblokiran rekeningnya untuk sementara waktu.  " Lewat sms saya diminta untuk ganti kartu ATM untuk keamanan  transaksi," tutur Fadli salah satu nasabah BRI.

Tidak semua nasabah dilayani pergantian kartu ATM. Nasabah disarankan lebih dahulu ganti nomor PIN." Untungnya PIN ATM diganti saja, tidak mesti harus ganti kartu baru," ungkapnya.

Nasabah lainnya Eda mengaku sedikit trauma dengan kasus pembobolan rekening nasabah ini.  Ia pun sudah melakukan penarikan semua uanganya yang ada di rekening." Saya sudah tarik semua uang saya sejak pembebobolan itu," tambahnya.(ami)