Korban Gempa Lotim Masih Banyak Tinggal di Huntara

huntara
HUNTARA : Korban gempa Lombok Timur yang belum terima bantuan perbaikan rumah untuk sementara masih tinggal di huntara yang telah dibangun pemerintah dan relawan. (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Sebagian korban gempa Lombok Timur yang rumahnya rusak berat masih banyak tinggal di rumah hunian sementara (huntara) karena rumah mereka belum diperbaiki.

Pemerintah sendiri telah membangun huntara di sejumlah wilayah yang terkena dampak gempa. Seperti di Sembalun, Wanasaba, Pringgabaya, termasuk Montong Gading yang merupakan wilayah yang terkena dampak gempa susulan tahun 2019 ini. ‘’Sebagian dari korban gempa masih ada yang tinggal di huntara yang telah kita buat. Jumlahnya lumayan lah,‘’ kata kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur Purnama Hadi, Senin (27/5).

Meski masih tinggal di huntara, namun tempat itu cukup aman bagi korban gempa. Sebab standar huntara yang telah dibangun pemerintah maupun dari relawan kualitasnnya sangat cukup bagus. ‘’Mereka kondisinya tetap sehat. Yang penting mereka tidak tinggal di tenda saja. Dan saya rasa tidak ada yang tinggal di tenda. Kalau ada dilihat tenda, itu hanya jadi tempat untuk menaruh barang material saja,‘’ sebut dia.  

BACA JUGA: 35.782 KK Korban Gempa belum Terima Dana

Dia menjelaskan, korban gempa yang masih tinggal di huntara karena bantuan stimulan perbaikan rumah masih belum diterima. Inilah yang sedang diupayakan, mengigat dari sekitar Rp 700 miliar lebih bantuan untuk perbaikan rumah, baru sekitar 70 persen yang telah cair. Sisannya masih menunggu dari pemerintah pusat. Mereka pun belum mendapatkan kepastian kapan sisa bantuan itu akan  dicairkan lagi. ‘’Kita harapkan bantuannya bisa cepat turun dan akan langsung akan kita bangunkan mereka,‘’ imbuh dia.

Tidak hanya gempa yang terjadi di 2019 ini. Namun korban gempa di 2018 lalu, juga masih banyak yang belum terima bantuan. Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga baik itu pusat maupun daerah juga memberikan perhatian untuk bantuan yang lainnya. Untuk Pemda Lotim saja sebelumnya, telah menggelontorkan dana puluhan miliar untuk diberikan untuk membantu kebutuhan warga yang terkena dampak gempa. Yaitu dengan besaran yang diterima Rp 1 juta per jiwa.

Begitu halnya dengan pemerintah pusat. Janji untuk memberikan bantuan jaminan hidup (jadup) segera akan mulai direaliasikan. Bahkan kabupaten lain telah mulai terealiasi. Sementara Lotim sendiri dalam waktu dekat ini. Tapi untuk jadup ini bukan kewenangan mereka. Melainkan ditangani langsung oleh Dinas Sosial. ‘’Kalau jadup bukan kami yang urus. Tapi dikelola oleh Dinas Sosial,‘’ tandasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid