Korban Gempa Bumi Lobar Segera Terima Kunci Rumah Risha

Korban Gempa Bumi Lobar
RISHA: Salah satu rumah Risha bagi para korban gempa bumi di wilayah Lobar, yang telah terpasang atapnya, dan segera tuntas dikerjakan, untuk kemudian dilakukan penyerahan kunci oleh Menteri PMK, Puan Maharani, 21 November mendatang. (FAHMY/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG—Progres pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) Kabupaten Lombok Barat diklaim paling tinggi, dibandingkan daerah terdampak gempa lainnya di NTB. Karena saat ini di Lobar sudah terbangun tiga unit rumah Risha yang hampir tuntas, dan siap untuk ditempati.

Bahkan dalam waktu dekat ini, rencana akan dilakukan serah terima kunci untuk korban gempa yang menempati hunian tetap Risha, tepatnya pada tanggal 21 November 2018 mendatang, yang akan diserahkan langsung oleh Menteri Kordinator Bidang PMK, Puan Maharani.

Pernyataan itu terungkap, Senin kemarin,(12/11), ketika Bupati Lobar Barat, H Fauzan Khalid, Sekda Lobar, dan Dinas Perkim Lobar melakukan rapat tertutup untuk membahas persiapan kedatangan Menteri PMK.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat, H.M Taufiq menjelaskan pada tanggal 21 November nanti sudah bisa dilakukan serah terima kunci rumah Risha. “Nanti akan dilakukan serah terima oleh menteri PMK,” ungkapnya.

Disampaikan Sekda, saat ini sudah ada 3 unit rumah yang sudah siap huni, dan tinggal penyerahan kunci. Selain itu juga ada sekitar 17 rumah yang sedang dalam proses pembangunan, dan diperkirakan sampai tanggal 21 nanti ada sekitar 40 rumah yang akan bisa diselesaikan sebelum kedatangan Menteri PMK. “Sambil menunggu kedatangan Menteri, diperkirakan ada sekitar 40 rumah (Risha) bisa diselesaikan pembangunannya,” ungkap Taufiq.

Sementara itu, Kadis Perkim Lobar, H.L Winengan mengatakan sampai saat ini sudah ada sekitar 1.843 Kelompok Masyarakat (Pokmas). Dimana dari jumlah ini terdiri dari 26.979 KK yang ada di Lombok Barat. Dari angka ini menunjukkan progress penanganan pembangunan rumah korban gempa sangat serius dilakukan oleh Pemda Lobar. “Hanya baru di Lobar saja yang sudah selesai, dimana ada 17 (Risha) yang sudah terpasang atap,” ungkapnya.

Untuk Kabupaten Lombok Barat, dari 72.222 rumah rusak, terdapat 13.942 rumah yang rusak berat menjadi prioritas untuk dikerjakan. Sampai saat ini, sebanyak Rp 124.670.000.000 anggaran dari APBN sudah masuk ke rekening, dan menjadi hak masyarakat untuk membiayai kerusakan rumahnya akibat bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Soal target yang diberlakukan Wapres sampai bulan Maret, Winengan mengaku hal itu tidak mungkin bisa tercapai. “Kita nyatakan tidak bisa tercapai kalau Maret,” akunya.

Karena kendala utamanya adalah bahan pembangunan seperti panel yang susah didapatkan. Namun kemarin ada kabar baiknya, Lobar dapat aplikator baru yang bisa menghasilkan sekitar 20-30 unit panel. Untuk tahap pertama, pembangunan akan dilakukan di Karang Bayan. Bahkan nanti akan diusahakan sampai 90 panel perhari oleh satu aplikator ini. Kalau target disesuaikan rencana pertama pada bulan Juli, Winengan merasa bisa menyelesaikan nya. “Kita minta target kembali ke hasil rapat pertama bulan Juli,” imbuhnya. (ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut