Korban Gempa Bangun Rumah Pakai Utang

Korban Gempa Bangun Rumah Pakai Utang
BANGUN : Sebagian korban gempa di Lotim terpaksa membangun rumah menggunakan dana utang karena karena bantuan yang dijanjikan pemerintah tak kunjung turun. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

Karena Bantuan tak Kunjung Turun

SELONG– Di Lombok Timur masih banyak korban gempa yang belum menerima bantuan perbaikan rumah dari pemerintah pusat. Baik itu mereka yang rumahnya rusak,  berat, sedang maupun ringan. Warga yang bosan menunggu akhirnya membangun rumah memakai utang.

Pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berulangkali ke Jakarta menanyakan realisasi sisa bantuan yang jumlahnya Rp 300 miliar lebih dari total bantuan bantuan yang telah diusulkan sebesar Rp. 700 miliar. Tapi sampai sekarang masih belum ada kepastian kapan akan dicairkan pusat. Padahal semua korban sudah punya rekening bank. “Kendalanya hanya satu. Sisa dana yang akan ditransfer pusat sampai sekarang belum kita terima . Jadi banyak rekening warga yang kosong, tapi rumahnya sudah dibangun,” kata Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy kemarin.

Selanjutnya bupati meluruskan soal pemberian bantuan ke warga yang tidak sesuai dengan kriteria rumah yang rusak. Misalnya warga yang rumahnya rusak sedang dimasukkan ke rumah rusak berat dan seterusnya. Kata bupati, masalah itu disebabkan karena dampak gempa yang datang berulang kali. Ketika gempa pertama, kondisi rumah rusak sedang atau ringan. Tapi ketika ada gempa susulan, kategori kerusakan naik disebabkan karena dampak kerusakan yang lebih parah. “Setahu saya gempa ini berturut-turut. Gempa pertam rusaknya sedikit. Datang gempa kedua, kerusakan lebih parah lagi. Begitu juga gempa ketiga lebih parah lagi. Tapi kalau ada penurunan ketegorri kerusakan, misalnya dari berat ke rusak sedang, itu karena belum ada verifikasi  dan kajian di lapangan. Tapi semuanya telah dievaluasi,” ungkapnya.

Begitu halnya ketika ada penyaluran bantuan gempa yang diduga salah sasaran. Hal tersebut tentunya akan menjadi bahan evaluasi. Kalau ada ditemukan seperti itu, disarankan dilaporkan ke pihak terkait terutama BPBD.

Terpisah, Kepala BPBD Lotim, Purnama Hadi, juga mengaku banyak korban gempa yang belum menerima bantuan namun membangun rumahnya sendiri. Warga tersebut terpaksa harus berutang dulu sambil menunggu bantuan yang dijanjikan pusat cair.

“ Makanya kita terus ditanya oleh masyarakat, kapan bantuan itu akan mereka terima,” ungkapnya.

Kata dia, terkait realiasi pencairan sisa dana gempa ini memang sedang diproses oleh Dirjen terkait di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dimana sisa bantuan ini dijanjikan akan ditransfer awal Oktober mendatang. Purnama menyebutkan, jika bantuan itu telah dicairkan, maka akan langsung ditransfer ke rekening warga.

Jumlah korban gempa yang telah dibuatkan rekening namun belum menerima bantuan jumlahnya sekitar 9 ribu lebih. Dengan rincian 2. 700 warga yang rumahnya rusak berat, 3 ribu rusak sedang dan dan 4 ribu rusak sedang.(lie)