Korban Dugaan Penembakan di Kota Raja Melapor ke Polda

LAPOR: Korban dugaan penembakan aparat melapor ke Polda NTB, Selasa (16/11). (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Korban dugaan penembakan oleh aparat kepolisian di Kota Raja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur melapor ke Polda NTB, Selasa (16/11).

Dengan ditemani penasihat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Mataram, korban Hasbi dan M. Kadri Ramadhan yang diwakili kakaknya memasukkan laporan ke Bid Propam Polda NTB.

Dalam laporannya, mereka mengaku telah menjadi korban dugaan penembakan oleh aparat kepolisian dari Polres Lombok Timur. Insiden tersebut diduga terjadi pada Senin (8/11), sekitar pukul 22.30 WITA. Saat itu korban sedang berkerumun untuk menyaksikan proses rekonsiliasi antara Haji Alawi dan TGH Muslihin di depan rumah TGH Muslihin di Dusun Marang Selatan.

BACA JUGA :  Tengah Hamil, Istri Bandar Sabu Ditangkap

Haji Alawi dan TGH Muslihin sebelumnya terlibat perselisihan mengenai acara Maulid Nabi Muhammad SAW di media sosial. “Saat itu  banyak masyarakat menonton. Selanjutnya ketika pengamanan itu terjadi berbunyi tembakan. Memang benar ada yang ke atas tetapi beberapa warga termasuk yang hadir saat ini (melapor) terkena tembakan,” ujar penasihat hukum korban Zaki Akbar.

Atas insiden tersebut, pada keesokan harinya Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono datang menjenguk korban dan meminta maaf atas insiden yang terjadi. Kapolres sebutnya juga berjanji akan memproses anggotanya jika bertindak di luar mekanisme yang ada. “Tapi pada keesokannya lagi Pak Kapolres memberi pernyataan di media bahwa tidak ada penembakan. Ini kan aneh. Untuk itu kami memilih untuk melakukan pengaduan ke Polda NTB,” ujarnya.

BACA JUGA :  Curi Lima Motor, Agung Akhirnya Tertangkap

Pihaknya memilih melapor ke Polda NTB karena Polres Lombok Timur terkesan ingin menutup kasus ini. Hal itu membuat masyarakat di Kota Raja merasa kecewa. “Untuk itu kami diminta mengawal kasus ini hingga tuntas,” bebernya.

Dengan memasukkan laporan ke Polda NTB ini, Zaki Akbar berharap Polda NTB segera bertindak untuk mengusut kasus ini secara transparan dan juga tuntas. “Semoga yang terlibat bisa diproses,” harapnya.

Terkait laporan tersebut, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui laporan tersebut. “Nanti coba saya tanyakan,” ujarnya. (der)