Korban Banjir di Desa Beleka Mulai Terjangkit Penyakit

Korban Banjir di Desa Beleka
ROBOH: Puing rumah salah satu korban banjir di Desa Persiapan Beleka Daya Kecamatan Praya Timur. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Pascabanjir bandang yang menerjang wilayah Desa Beleka Kecamatan Praya Timur dan sekitarnya, Sabtu malam (18/11), mulai menimbulkan penyakit.

Hal ini diungkapkan salah seorang warga Desa Beleka Daya, Hj Maryam, bahwa saat ini berbagai penyakit mulai dirasakan warga yang menjadi korban banjir. Pasalnya, puing bangunan yang rusak akibat diterjang banjir belum bersih sepenuhnya. Begitu juga dengan sampah bawaan banjir dan rumah warga juga belum sepenuhnya bersih. Lingkungan warga masih kumuh sehingga mudah terserang penyakit. ‘’Tinggi air sampai dua meter di rumah warga waktu banjir. Kondisi rumah warga masih sangat kotor, sehingga mudah terserang penyakit,’’ ungkap Maryam kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (21/11).

BACA JUGA :  Kerugian Akibat Banjir Lombok Timur Bandang Bertambah

Kata Maryam, beberapa penyakit warga yang mulai timbul seperti gatal-gatal, diare, dan beberapa penyakit akibat lingkungan kumuh lainnya. Penyakit ini belum bisa ditanggulangi karena belum ada bantuan medis yang datang hingga kemarin. Begitu juga dengan bantuan berupa logistik, warga setempat yang menjadi korban banjir belum tersentuh bantuan sama sekali. ‘’Desa lain saja yang dikasih bantuan. Padahal, banyak rumah warga yang rata dengan tanah tapi belum dikasih bantuan. Penyakit juga sudah mulai timbul, tapi tim medis belum datang,’’ sesalnya.

Maryam berharap, pemerintah segera mengirimkan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir. Karena banjir kali ini merupakan banjir terhebat yang pernah dialami warga setempat. Sehingga banyak warga yang trauma dengan bencana alam itu. ‘’Untuk menguras air dalam kami harus menggunakan mesin dan banyak fasilitas kami yang rusak,’’ tandasnya.

Lain halnya dikeluhkan Sekdes Beleka Daya, Hartono Junaidi. Pihaknya sudah menerima bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah berupa selimut 10 lembar, perlengkapan bayi dan wanita beserta senter. Di mana sumbangan tersebut tidak bisa memenuhui kebutuhan 194 KK yang menjadi korban. “Untuk itu, bantuan-bantuan yang ada kita tampung dulu. Tapi yang sebenarnya masyarakat sangat butuhkan adalah ketersediaan sarana kesehatan ini, karena masyarakat sudah banyak yang sakit,” katanya.

Junaidi mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemda, namun belum mendapatkan hasil maksimal. Bahkan, sampai dengan saat ini pihaknya juga masih bergotong royong dengan TNI membersihkan sisa-sisa bangunan akibat banjir. Sehingga pihaknya sangat berharap berharap kepada semua pihak untuk memberikan bantuan. Baik berupa logistik makanan, keperluan dan perlengkapan, serta tim medis dan obat-obatan. ‘’Saat ini, warga kami sangat membutuhkan itu,’’ katanya.

BACA JUGA :  Kapolri Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Lombok Timur

Pantauan Radar Lombok, bantuan memang sudah dilakukan sejumlah kalangan. Tapi belum bisa dibagikan lantaran belum mencukupi. Seperti yang dilakukan Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Lombok Tengah, Selasa kemarin (21/11). Organisasi pimpinan M Samsul Qomar ini memberikan sejumlah bantuan logistik berupa makanan, seperti mi instan dan lainnya. ‘’Kita berharap dengan bantuan ini bisa meringankan beban korban,’’ katanya.

Dalam kesempatan itu, pria yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah ini berharap, agar pemerintah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Tak hanya soal logistik, tetapi juga soal medis dan obat-obatan. ‘’Kita berharap agar pemerintah segera mengirimkan bantuan,’’ katanya.

Selain itu, bantuan berupa nasi bungkus juga diberikan oleh N’Max Rider Lombok Tengah. Sebanyak 1.600 bungkus nasi disalurkan untuk memenuhi sementara kebutuhan warga. Setidaknya, dengan bantuan ini bisa meringankan beban warga. ‘’Kita sudah salurkan 1.600 bungkus nasi kepada korban banjir di Beleka,’’ ungkap Ketua N’Max Rider Lombok Tengah, Nasrullah.

Kepala BPBD Lombok Tengah H Muhammad yang dikonfirmasi menjelaskan, Lombok Tengah saat ini darurat banjir dan puting beliung. Ini mengingat intensitas hujan dan angin kencang yang menerjang wilayah Lombok Tengah, beberapa hari terakhir ini. Pihaknya sudah mengantisipasi dengan menyebar Tim Reaksi Cepat (TRC) di sejumlah titik rawan bencana. Termasuk saat ini berada di wilayah bajir untuk menolong korban. “Kalau akibat banjir, ada sepuluh rumah yang rusak parah Kecamatan Janapria dan Praya Timur. Sedangkan akibat angin puting beliung ada lima rumah warga yang rusak di Kecamatan Praya,’’ beber Muhammad, kemarin.

Muhammad kemudian merincikan titik yang terkena banjir dan mengakibatkan fasilitas warga rusak. Di antaranya, Dusun Batu Bungus Desa Janapria yang menyebabkan satu unit bangunan gudang bahan material, satu unit gudang produksi batako dan semen. Sementara di Desa Lekor, tiga rumah rusak berat, dan Desa Loang Maka, tembok warga roboh.

BACA JUGA :  Kerugian Banjir Lombok Timur Ditaksir Rp 28 M

Sementara di Desa Beleka Kecamatan Praya Timur terdapat 140 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban banjir. Di antaranya di Dusun Penyambak I sebanyak 30 KK, Penyambak II 25 KK, Golong 25 KK, dan Gedong 35 KK. Kemudian di Desa Beleka Daya ada 190 KK, yakni Dusun Sejagat 55 KK, Beleka II 50 KK, Kebon Taman 35 KK, dan Jongkor 50 KK. Di Desa Lebesane terdapat 259 KK. yakni Tayar Baru 34 KK, Gunuk Baru 30 KK, Timuk Kokoh 70 KK, Lebe 25 KK, Lebesane 20 KK, Tibu Nangke 20 KK, Mentawi 40 KK.

Sedangkan di Desa Ganti ada 257 KK, terdiri dari Dusun Ganti 155 KK, Manggung 50 KK, Menseh 50 KK, Nyangka Ternyata 102 KK. Di Desa Pengonek ada 75 KK, yakni di Dusun Kulem 30 KK, Nuse 30 KK, dan Aik Pelek 15 KK. Kemudian di Desa Jeropuri ada 220 KK, di antaranya Renteng 130 KK, Matek Maling 35 KK, Batu Rintang 20 KK dan Gantar 20 KK. Kemudian Desa Semoyang di Dusun Mandak I dan Mandak II ada 80 KK, Dusun Bagek Kerongkong I dan II ada 49 KK dan Dusun Kebon 35 KK, Batu Galang 7 KK dan Tanakawu 4 KK. ‘’Kalau korban puting beliung rata-rata rusak ringan. Data pasti kerugian akibat bencana ini belum ditotalkan, tapi prediksi sementara ada miliaran rupiah,’’ pungkasnya. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut