Koperasi Tripat Mulai Serap Garam Sekotong

GARAM: Koperasi Tripat mulai mendistribusikan garam hasil produksi petani garam Sekotong kepada ASN Lombok Barat. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Pemkab Lombok Barat mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah ini menggunakan garam produksi petani Sekotong. Garam produksi petani garam Sekotong diserap dan didistribusikan ke ASN melalui Koperasi Pegawai Negeri Patut Patuh Patju (KPRI Tripat). Penyerapan dan pendistribusian sudah dimulai awal bulan ini.

Ketua Koperasi Tripat H. Mahyudin, mengatakan, sesuai dengan program unggulan Bupati Lombok Barat untuk menghidupkan petani garam di Sekotong, saat ini pembelian garam oleh ASN di Kabupaten Lombok Barat sudah dimulai.”Kita baru mulai bulan ini, dan belum menyentuh seluruh ASN,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (3/6).

Program ini bertujuan untuk menyentuh para petani garam yang ada di hulu agar bisa dibantu dalam rangka membantu mereka bisa keluar dari kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini.”Kita ingin memberikan jaminan kepada para petani, bahwa mereka punya pangsa pasar yang jelas yaitu ASN,” katanya.

BACA JUGA :  SDN 04 Taman Sari Lombok Barat Jadi Sekolah Plastik Blok Pertama di Dunia

Salah satu pangsa pasar adalah para ASN di Kabupaten Lombok Barat yang jumlahnya hingga 6 ribu lebih.

Mantan Asisten III ini menegaskan, para ASN yang membeli garam ini diharapkan jangan hanya karena kebutuhan, tetapi juga lebih kepada semangat membantu petani garam. Dengan membeli garam petani Sekotong, ini bagian dari partisipasi dan bentuk kepedulian membantu sesama.”Lewat koperasi untuk masing-masing pegawai diminta membeli satu kilogram garam, “ ungkapnya.

Mekanismenya, di tingkat bawah para petani bekerjasama dengan Koperasi Bina Laut. Lewat koperasi ini, masyarakat mengumpulkan garam hasil produksi para petani. Setelah itu koperasi yang menaungi para petani garam bekerjasama dengan koperasi Pemkab Lobar yang nantinya akan mendistribusikan garam itu ke semua OPD.”Dengan cara ini, petani garam ada jaminan mereka punya pangsa pasar, sehingga mereka bisa keluar dari kemiskinan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Dewan Minta Pemenang Tunggal Proyek KPBU-PJU Dikaji Ulang

Dari catatan yang ada, untuk tahap pertama ada sekitar 2,3 ton garam yang sudah diserap oleh koperasi dan sudah mulai didistribusikan.

Bendahara Koperasi Tripat, Hj. Sri Yuliana Astuti, menambahkan, pihaknya menyalurkan garam untuk ASN sejak pekan ini. Dimana sasarannya semua OPD di Kabupaten Lombok Barat. “ Hari ini kita distribusikan ke delapan kecamatan, “ kata Yuliana.(ami)