Konvoi Kendaraan Warnai Operasi Zebra

Konvoi Kendaraan Warnai Operasi Zebra
KONVOI: Aparat Polres Loteng saat melakukan konvoi kendaraan untuk mensosialisasikan dimulainya Operasi Zebra Gatarin 2017 yang akan berlangsung selama dua pekan, Selasa kemarin (31/10). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Selain melaksanakan kegiatan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Zebra Gatarin 2017, Polres Lombok Tengah juga melaksanakan konvoi kendaraan bermotor dalam rangka mensosialisasikan terhadap dimulainya Operasi Zebra yang akan berlangsung selama dua pekan tersebut.

Konvoi tersebut dimulai dengan mengambil start di Lapangan Alun-Alun Tastura Praya, dilanjutkan dengan mengelilingi Lombok Tengah, dan mengambil finish di Polres Lombok Tengah.

BACA JUGA :  Festival Pesona Mandalika, 50 Peserta Ikut Lomba Paralayang

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rohman menyampaikan, bahwa apel gelar pasukan dan konvoi kendaraan tersebut, selain untuk mengetahui kesiapan personil dan kendaraan operasional yang akan melaksanakan razia, disatu sisi juga untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait kegiatan yang berlangsung dari tanggal 1-14 November tersebut.

“Apel gelar pasukan dan konvoi kendaraan ini dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan personil dan kendaraan operasional. Sehingga Operasi Zebra Gatarin 2017 berjalan lancar. Dimana operasi ini akan kita laksanakan mulai tanggal 1 sampai 14 November,” ungkap Kholilurrohman saat apel, Selasa kemarin (31/10).

Dijelaskan, untuk target Operasi Zebra tahun 2017 ini diantaranya kepolisian akan menyisir terhadap kelengkapan aksesoris kendaraan, mulai dari spion motor yang harus ada, menggunakan knalpot standar, lampu kendaraan harus menyala, kelengkapan surat kendaraan bermotor, hingga pelanggaran lalu lintas lainya.

“Ini kita lakukan tidak terlepas tentang peran aparat kepolisian untuk bagaimana mencegah terjadinya angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang sering terjadi. Serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar dalam berkendara di jalan supaya melengkapi kendaraan dan pengamanan. Karena itu demi keselamatan kita semua,” ujarnya.

Operasi Zebra itu juga selain untuk melakukan penegakan hukum bagi para pemilik kendaraan pribadi yang masih tidak lengkap seperti menggunakan rotator maupun strowbo yang akan ditingkatkan dalam operasi zebra tersebut. Namun disatu sisi sebagai salah satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, bagaimana berkendara yang baik dan benar.

“Dalam kegiatan operasi ini, kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu tertib dan menjaga keselamatan dalam berlalulintas. Terutama para pemuda agar selalu menjadi pelopor keselamatan dalam berlalulintas. Sayangi nyawa kita, dan jangan sia-siakan hilang di jalan akibat kelalaian saat berkendara,” ujarnya.

Kholilurrohman menjelaskan bahwa, untuk tahun ini angka Lakalantas di Lombok Tengah meskipun masih banyak terjadi, akan tetapi hal itu bisa ditekan secara signifikan, dibandingkan tahun 2016 lalu, angka kecelakaan bisa ditekan sebanyak 17 persen. Sehingga ia bertekad dengan adanya kegiatan operasi zebra tersebut diharapkan agar nantinya angka Lakalantas bisa ditekan semaksimal mungkin.

BACA JUGA :  Anggaran Besar, Kemiskinan di Lombok Tengah Masih Menyebar

“Alhamdulilah, untuk angka Lakalantas kita dibandingkan dengan tahun lalu sudah menurun hingga 17 persen. Kita berharap dengan adanya kegiatan operasi zebra ini membuat kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam berkendara. Untuk itu kita lakukan sosialisasi semaksimal mungkin dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat kita,” ujarnya.

Operasi Zebra tersebut, aparat Polres Loteng akan menerjunkan sekitar 220 personil selama kegiatan berlangsung. Dimana dalam sehari aparat akan melakukan razia selama satu kali. ”Lokasi-lokasi razia sudah kita petakan, dan pada intinya lokasi yang kita adakan razia adalah lokasi-lokasi yang dianggap rawan kecelakaan,” ujarnya. (cr-met)