Konvoi Kelulusan Pelajar Masih Marak

KONVOI: Kalangan pelajar SMA/SMK di Kota Mataram merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret sebelum konvoi (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Momen kelulusan siswa SMA/SMK tahun ini bertepatan dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Namun momentum bersejarah ini dinodai dengan ulah pelajar yang melakukan aksi konvoi dan coret-coretan.

Selasa kemarin (2/5), salah seorang siswi SMA asal Mataram, Baiq Farista mengakui, tradisi konvoi dan coret-coretan harus tetap dirayakan. Remaja 18 tahun tersebut mengaku tidak lengkap rasanya tamat sekolah tanpa adanya aksi tersebut.

Siswi berparas cantik ini mengaku memiliki dua tongkrongan yang akan dituju sampai sore. Start konvoi akan dimulai dari seputaran Kota Mataram, setelah itu akan melanjutkan ke pantai untuk melampiaskan keceriaan atas kelulusannya.

Gadis kelahiran Lombok Tengah yang besar di Mataram itu mengaku konvoi sebagai bagian penutup masa SMA. “Ya harus dong kita lakukan coret-coretan. Kan acara ini sangat indah kesannya,” katanya, di sela-sela konvoi yang diikutinya.

Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Syukran mengatakan, acara konvoi coret-coretan yang dilakukan siswa sejauh ini belum bisa diatasi maksimal. Padahal pihaknya mengaku setiap tahun selalu koordinasi dengan pihak keamanan.

Syukran membeberkan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memberikan sanksi tegas terhadap siswa yang melakukan aksi tersebut. Justru pihaknya menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada setiap sekolah.

“Ya kita harus akui, perayaan kelulusan dengan cara konvoi tidak bisa dihentikan dengan maksimal,” bebernya.

Ditegaskannya, perayaan kelulusan dengan cara konvoi tetap bernilai negatif di mata masyarakat. Selain mengganggu aktivitas jalan raya, juga mengganggu kenyamanan masyarakat yang lalu lalang.

Namun berdasarkan pantauannya, dari sekian banyak jumlah siswa yang ada di NTB, hanya 35 persen yang merayakannya dengan konvoi dan coret coretan. Adapun kalau berdasarkan pengalaman, aksi konvoi diklaim menurun setiap tahun. 

Terpisah, Kepala SMKN 4 Mataram, H. Zumri mengatakan, dalam mengatur pengumuman kelulusan siswanya, jajaran sekolah mengumumkan lewat web sekolah. Langkah itu dilakukan demi memudahkan siswa.

“Ini juga agvar siswa dikontrol oleh orang tua mereka,” ungkapnya.

Langkah lain yang dilakukan pihaknya yakni, menyebarkan surat ke masing-masing orangtua siswa. Tujuannya agar mereka mengetahui pengumuman kelulusan tidak perlu ke sekolah.

Tak hanya itu, pihaknya mengaku setiap siswa yang lulus diharuskan menyumbangkan bajunya. Baik itu di sekolah secara langsung ataupun di luar sekolah. Asalkan bajunya bisa dimanfaatkan oleh orang lain.  (cr-rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid