Konversi Elpiji Terancam Gagal

NELAYAN : Realisasi bantuan program konversi BBM ke elpiji untuk nelayan belum jelas.(ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Nelayan Mataram yang belum menerima bantuan program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) elpiji harus bersabar.

Penyebabnya, bantuan dari pemerintah pusat berpotensi tidak bisa direalisasikan tahun ini. Oleh karena itu, nelayan diminta untuk menunggu kepastian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tentang keputusan tersebut. ‘’Sampai sekarang belum ada informasi tentang realisasi konversi elpiji untuk nelayan ini,’’ ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, Hj Baiq Sujihartini.

Perihal realisasi konversi elpiji yang diterima nelayan di salah satu daerah di Indonesia, Sujihartini menjelaskan, bantuan tersebut direalisasikan hasil dari usulan beberapa tahun sebelumnya. Sehingga direalisasikan oleh pemerintah tahun ini. ‘’Itu hasil usulan tahun kemarin. Kalau yang usulan tahun ini tidak ada sama sekali direalisasikan. Sudah kita kontak ke pusat,’’ katanya.

Bantuan ini ditunda karena pemerintah pusat fokus untuk penanganan Covid-19. Di mana cukup banyak anggaran yang terkena refocusing untuk penanganan covid. Oleh karenanya, sejumlah kegiatan diputuskan untuk ditunda. Termasuk juga dengan bantuan program konversi elpiji untuk melayan yang masih menunggu kejelasan. ‘’Nanti beberapa hari lagi saya ke Jakarta. Sekalian saya mau tanya itu. Kita lihat nanti seperti apa keputusannya,’’ ungkapnya.

Sujihartini juga menyebut, tidak menutup kemungkinan bantuan untuk nelayan bisa batal karena sudah mendekati akhir tahun. Karena untuk persiapan pendistribusian bantuan ke Indonesia membutuhkan waktu yang cukup banyak. Pemerintah pusat pun seperti khawatir dengan sisa waktu yang ada. ‘’Itulah sebenarnya yang dikhawatirkan sama PPK-nya. Karena ini kan di seluruh Indonesia. Kalaupun ada yang diberikan itu untuk usulan yang tahun kemarin. Kalau yang usulan tahun ini cukup sulit karena berhubungan dengan SPJ juga. Belum lagi dengan pendistribusiannya,’’ terangnya.
Sedangkan untuk usulan tahun ini, DKP mengusulkan 660 nelayan untuk menerima konversi elpiji tahun ini. Jumlah tersebut merupakan sisa nelayan yang belum mendapat bantun konversi. Koordinasi terus diupayakan oleh DKP ke kementerian. ‘’Jika bantuan ini direalisasikan. Seluruh nelayan di Kota Mataram sudah menggunakan BBM elpiji,’’ jelasnya.
Untuk data usulan ke pemerintah pusat. Disebutnya sudah tidak ada masalah dan tinggal menunggu jawaban. ‘’Sudah tidak ada masalah. Kita tunggu saja kapan direalisasikan,’’ pungkasnya.

Asisten II Setda Kota Mataram, H Mahmudin Tura mengatakan, pemerintah daerah masih menunggu realisasi konversi bantuan elpiji nelayan yang diusulkan tahun ini. ‘’Kepala dinas kelautan dan perikanan terus berkoordinasi untuk menanyakan tentang realisasi konversi nelayan,’’ katanya. (gal)