Kontraktor Proyek Gerbang UIN Ditegur

SEMPIT : Saluran utama di jalan Gajah Mada, Jempong semakin sempit akibat proyek penataan gerbang UIN Mataram. (SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Saluran drainase utama di Jalan Gajah Mada, Jempong, semakin sempit akibat dari proyek penataan gerbang Kampus II UIN Mataram. Padahal, saluran utama tersebut saluran aktif selama ini dan tetap mengalir ke sawah petani di kawasan Sekarbela.

Hal ini sangat disayangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman. Dia menyebutkan, saluran drainsae tersebut merupakan saluran aktif dan selama ini bisa mengurangi genangan air di jalan utama dan dari kampus tersebut maupun rumah warga. ‘’Kita sudah berikan surat teguran ke pelaksana proyek terkait dengan kondisi saluran yang harus diperhatikan. Karena dari bahu jalan juga sangat rendah, kita harapkan diperbaiki,’’ katanya kepada Radar Lombok, Senin (5/12).

Baca Juga :  Tiga Hotel Bintang Segera Dibangun di Mataram

Miftah mengaku, pihak Kampus UIN Mataram tidak pernah bersurat ke Dinas PUPR maupun Pemkot Mataram terkait dengan pemanfaatan saluran maupun trotoar sepajang jalan. Mereka melakukan kosultasi ke Bina Marga, Dinas PUPR Provinsi NTB. Padahal, ruang publik dan saluran masih di bawah kendali Pemkot Mataram.

Kondisi saluran juga semakin tertutup sehingga ancaman ke depan ketika hujan pastinya genangan akan semakin parah di kawasan tersebut. Bahkan, bisa masuk ke areal kampus UIN Mataram. Proyek gerbang kampus UIN tersebut dari segi desain sangat disayangkan karena banyak yang diubah, termasuk saluran drainase utama dan trotoar yang ada.

Pihak pelaksana proyek telah menyanggupi untuk melakukan perbaikan. ‘’Kita terus akan memantau sampai tuntas, termasuk terkait dengan saluran yang dangkal harus dilakukan pengangkatan sedimentasi. Kita harapkan untuk tidak sembarang membangun, paling tidak melakukan konsultasi terlebih dahulu. Sehingga bisa memberikan arahan terkait dengan peruntukan ruang maupun saluran,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Tak Terpilih, Pejabat Peserta Seleksi Kecewa

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD kota Mataram I Gde Wiska mengatakan, untuk peruntukan ruang tetunya sudah ditetapkan dinas terkait. Selama ini, penegakan juga terus gencar dilakukan termasuk salah satunya pembangunan diatas saluran yang semakin marak. ‘’Kita harapkan bisa diperhatikan bersama-sama. Karena ini untuk kedepanya dan pencegahan banjir maupun genangan yang kerap terjadi di Kota Mataram,’’ katanya. (dir)

Komentar Anda