Kontraktor Lelet tak Dapat Proyek Tahun Depan

PROYEK : Salah satu proyek milik Dinas Kesehatan yang tengah dalam masa pengerjaan (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM– Pemerintah Kota Mataram mengingatkan kontraktor pelaksana pembangunan dua gedung Puskesmas masing-masing Puskesmas Pagesangan dan Puskesmas Tanjung Karang agar menyelesaikan tugasnya sesuai waktu yang ditentukan. Kontraktor yang lelet yakni yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu akan kena blacklist (masuk daftar hitam). Kontraktor ini tidak akan dapat proyek tahun depan.

Hal ini disampaikan Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemkot Mataram Wartan kepada wartawan Jum'at (18/11).

Dari data yang disampaikan Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan, ada dua proyek yang dipastikan terlambat. Sehingga pihaknya meminta APP termasuk pihak SKPD terkait meminta kontraktor pelaksana mempercepat proses pengerjaannya.” Kalau tidak mau itu sudah wanprestasi dan akan di-blacklist,” tegasnya.

Pihaknya meminta APP dan Dinas Kesehatan intens berkoordinasi dalam rangka mengawasi perkembangan pembangunan. Proyek yang ada di Dinas Kesehatan cukup banyak yakni sekitar 7  bangunan.

Sebagai peringatan awal,  beberapa waktu yang lalu APP meminta kontraktor pembangunan Puskesmas membuat perjanjian tertulis terkait kesiapannya menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan.” Mereka sudah buat perjanjian tertulis penyelesaian tepat waktu,” ungkapnya.

Ia berharap isi perjanjian itu bisa dipegang bersama. Wartan mengatakan, kontraktor tentu memahani resiko dan sanksi yang akan didapatkan jika tidak bekerja dengan profesional dan proyek tidak tuntas sampai batas waktu. Sanksinya sesuai aturan kontraktor harus membayar denda. Keterlambatan ini tentu menjadi catatan Pemkot terhadap kontraktor pelaksana.

Terpisah, Kabag APP Kota Mataram M. Suriadi menyebut dari hasil pengumpulan data lapangan per 31 Oktober, dari Rp 1.421 triliun anggaran  yang disiapkan, yang terealisasi atau sudah dipakai sebesar Rp 938 miliar atau sekitar 66,05 persen dengan realisasi proyek fisik sebesar 74,80 persen.” Realisasi keuangan masih di bawah 70 persen dan fisik di bawah 80 persen,” kata Suriadi.

Sisa waktu tinggal sebulan ini akan terus digenjot agar semua program terlaksana. Salah satunya yang besar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata senilai Rp 700 juta. Dimana realisasi programnya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid