Kontraktor Diminta Perhatikan Kualitas

Ilustrasi Proyek

TANJUNG–Pelaksanaan gedung E Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Kabupaten Lombok Utara senilai Rp 7,3 miliar ditargetkan tuntas sampai bulan 31 Desember mendatang.

Jika melihat dari progres pekerjaan proyek baru tahap dasar, belum lagi lantai duanya, sehingga progres dan waktu yang dibutuhkan tidak seimbang. Maka, diprediksi pengerjaan pembangunan gedung E itu bakal dikebut sehingga pihak kontraktor (perusahaan yang mengerjakan) diminta memperhatikan kualitas bangunannya. “Waktu yang dibutuhkan kontraktor hingga bulan Desember. Kalau pengerjaan cepat maka akan cepat selesai. Tapi kalau terlambat pengerjaannya maka pihak kontraktor akan diberikan sanksi dengan pembayaran ditunda atau denda,” tegas Direktur RSUD Tanjung. dr Lalu Bahrudin kepada Radar Lombok, Senin (10/10).

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan gedung E harus bisa dioperasionalkan tahun depan, sehingga pihak kontraktor katanya telah mempertimbangkan untuk mengebut pekerjaan dengan alat berat baik pengecoran dan lainnya. Meski tetap menggunakan alat berat pihaknya tetap meminta pihak kontraktor harus memperhatikan kualitas pekerjaan, jangan sampai cepat dituntaskan namun menyisakan masalah dibelakang hari.

Saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi terakhir dari PPK sejauhmana progres pekerjaannya. “Katanya akan menggunakan alat berat untuk mempercepat pengeringan cor-coran,” ujarnya,

Setiap pelaksanaan proyek tahun ini sesuai ketentuan berlaku bahwa proyek fisik akan diberikan waktu tambahan selama 50 hari. Jadi, waktu pelaksanaan pembangunan gedung E masih memiliki waktu hingga bulan Februari tahun depan. Dengan demikian, pihaknya sangat optimis pekerjaan gedung itu maksimal membutuhkan waktu 5 bulan.

Gedung E jelasnya, akan diperuntukan perawatan kelas 3 sebanyak 75 kamar dengan 2 lantai. Pembangunan juga merupakan kebutuhan daerah yang terus meningkatkan pelayanan RSUD. Saat ini yang mengejar akreditasi madya.

Sementara perawatan yang digunakan untuk perawatan saat ini pada bangunan lama. Dengan kondisi bangunan saat ini pihaknya pada tahun lalu berhasil pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 12 miliar. Sedangkan tahun ini baru tercapai Rp 17 miliar dari target Rp 20 miliar. Dengan keberadaan gedung baru maka pihaknya sangat optimis bisa meningkatkannya.

Selain itu, pihaknya juga akan menambahkan dokter spesialis syaraf. Sebab, saat ini dokter yang baru ada hanya penyakit dalam, bedah, anak, peka, bius. Penambahan dokter spesialis ini katanya melihat dari trend penyakit masyarakat Lombok Utara yang saat ini penyakit syaraf telah berada pada posisi kelima dibandingkan tahun lalu berada posisi delapan. Dari analiasa penyakit itu membuat pihaknya sangat memerlukan sehingga daerah harus berani mengadakan. Karena selama ini pihaknya selalu melaksanakan rujukan ke provinsi. “Tahun ini harus ada dokter spesialis, dan saat ini kami menunggu keputusan dari Kementerian Kesehatan,” terangnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid