Konsumsi Solar Subsidi Sudah Melebihi Kuota 10 Persen

illustrasi

MATARAM – Kabar kelangkaan solar di sejumlah daerah menyeruak, termasuk di Provinsi NTB. Menanggapi hal tersebut Section Head Communication and Relations Pertamina untuk wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Arya Yusa Dwicandra memastikan stok solar subsidi masih tersedia. Bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat 20 hari kedepan.

“Proses penyaluran solar ke SPBU terus dimonitoring. Secara nasional stok solar subsidi berada di level 20 hari. Namun perlu diketahui secara nasional per Februari penyaluran solar subsidi telah melebihi kuota sekitar 10 persen,” kata Section Head Communication and Relations Pertamina Jatimbalinus, Arya Yusa Dwicandra, Selasa (29/3).

Dijelaskan Arya, pihaknya akan terus memonitor seluruh proses distribusi, mulai dari terminal BBM hingga konsumen untuk memastikan SPBU selalu tersedia bahan bakar bagi masyarakat. Khusus Solar subsidi, akan difokus pelayanan di jalur logistik, serta jalur-jalur yang memang penggunannya adalah yang berhak menikmatinya.

BACA JUGA :  Holiday Resort Lombok Raih Penghargaan Travellers Choice 2021

“Kami akan terus menggandeng masyarakat, Pemerintah, dan seluruh pihak terkait dalam pengawasan Solar subsidi agar lebih tepat sasaran. Jika ada Indikasi penyalahgunaan Solar subsidi masyarakat dapat melaporkan langsung ke aparat, dan jika kesalahan ada di pihak SPBU, Pertamina juga tidak segan akan menindak SPBU tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, apabila mengacu pada Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014.  Tidak semua moda transportasi berhak atas penggunaan solar subsidi. Beberapa transportasi pengguna yang berhak atas solar subsidi adalah kendaraan bermotor plat hitam untuk pengangkut orang atau barang, termasuk juga kendaraan bermotor plat kuning kecuali mobil pengangkut hasil tambang dan perkebunan dengan roda lebih dari 6. Berikut  kendaraan layanan umum seperti ambulance, pemadam kebakaran, pengangkut sampah. Selain itu juga kapal angkutan umum berbendera Indonesia, kapal perintis, serta kereta api penumpang umum dan barang.

BACA JUGA :  Pelaku Usaha Minta Bantuan Stimulus dari Pemerintah

 “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu panic buying. Pembelian bahan bakar kami imbau untuk tetap sesuai dengan kebutuhan dan untuk tetap hemat dalam penggunaannya mengingat saat ini harga minyak sangatlah mahal,” bebernya. (cr-rat)