Konstruksi Berkontribusi Dongkrak Ekonomi NTB Triwulan III

kantor badan pusat statistik NTB (ist)

MATARAM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat ekonomi NTB pada triwulan III 2021 tercatat tumbuh sebesar 2,42 persen. Melihat dari angka tersebut pertumbuhan ekonomi NTB masih positif jika dibandingkan dengan triwulan III 2020. Konstruksi berkontribusi besar paling tinggi, kemudian kesehatan dan kegiatan sosial, dan pendidikan.

Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin menerangkan pertumbuhan ekonomi NTB secara triwulanan mulai 2018 sampai 2021 dapat dilihat fluktuasi perkembangan laju pertumbuhan ekonomi secara triwulanan baik untuk y on y maupun q to q. Tentunya fluktuasi pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi dari pergerakan masyarakat, terutama sangat terpengaruh dari adanya perkembangan covid-19 termasuk juga musim panen.

“Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2021 secara y on y itu mengalami pertumbuhan yang positif sebesar 2,42 persen. Sekarang kalau kita keluarkan pertambangan terjadi pertumbuhan 3,07 persen,” ujar Wahyudin, Jumat (5/11).

Pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2021 selama masa pandemi 5,78 persen merupakan pertumbuhan tertinggi selama adanya pandemi. Pada saat sebelum pemberlakuan PPKM ekonomi NTB tumbuh luar biasa. Setelah mulai diberlakukan PPKM mengalami pertumbuhan yang sedikit turun, namun tetap tumbuh positif.

BACA JUGA :  Perusahaan Wajib Membayar THR Sepekan Jelang Lebaran

“Tapi tidak mencapai 5 persen dia hanya 3,07 persen tanpa tambang. Pertumbuhan ekonomi di luar tambang masih lebih tinggi, kalau kita gabungkan dengan pertambangan,” terangnya.

Sektor yang berkontribusi besar mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada triwulan II, yakni konstruksi sebesar 14,82 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,70 persen dan pendidikan 4,06 persen. Sementara itu, pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan sebesar 0,58 persen. Di sisi lain, lapangan usaha yang mengalmai kontraksi terdaalam yaitu penyedia akomodasi dan makan minum sebesar 6,44 persen.

Secara tahun ke tahun sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif. Hal tersebut bisa dimaklumi juga di NTB sektor pertanian masih memiliki peranan cukup besar. Pertumbuhan ekonomi NTB hanya bisa melihat angka pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan. Artinya terjadi pertumbuhan rill dari ekonomi itulah yang diihat tanpa ada pengaruh harga, sehingga jika dilihat atas dasar harga konstan jumlah PDRB NTB sekitar Rp24,33 triliun.

BACA JUGA :  Penerbangan Langsung Malaysia – Lombok Bangkitkan Pariwisata NTB

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi secara q to q mengalami pertumbuhan 0,50 persen. Di mana industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar sebesar 46,53 persen, kontruksi 16,36 persen, jasa keuangan dan asuransi 2,24 persen. Pertumbuhan ekonomi q to q tiga kategori tertinggi. Selanjutnya, sektor pertanian masih memiliki peranan besar 23,39 persen bagian dari sumbangan terhadap PDRB setelah pertambangan.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (Unram) Dr H Abdul Aziz Bagis mengatakan, pertumbuhan ekonomi NTB hingga triwulan IV 2021 mendatang akan tumbuh positif, karena adanya gelaran event World Superbike (WSBK). Event tersebut bisa memberikan multiplayer efek pada semua sektor yang begerak. Sehingga aktivitas perekonomian selama ini mati dapat hidup kembali.

“Jadi stimulan ekonomi itu boleh jadi akan menjadi besar efeknya kalau kita betul betul memanfaatkannya. Jadi umpamanya tamu disamping menonton tetapi berbelanja juga,” tuturnya. (dev)