KONI Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Kontingen PON

DILEPAS : Inilah belasan orang kloter pertama yang berangkat menuju ke Papua, dilepas di Sekretariat KONI NTB, Minggu (19/9). (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sebanyak 15 orang untuk kloter pertama sudah diberangkatkan menuju ke Papua. Mereka dilepas langsung oleh Ketua KONI NTB H Andy Hadianto dan Ketua Kontingen NTB PON XX Papua H Mori Hanafi, di Sekretariat KONI NTB, Minggu (19/9).

“Untuk kloter pertama sudah kita lepas, sebelum berangkat kita adakan doa bersama dan memberikan beberapa pesan, agar tetap menjaga diri sesampainya di lokasi,” kata Ketua KONI NTB H Andy Hadianto.

Dikatakannya, untuk kloter pertama ada sebanyak 15 orang yang berangkat. Mereka itu terdiri dari atlet gantole yang merupakan cabor kompetisi. Ada dua atlet triathlon, hapkido dan selancar, ketiga cabor ini merupakan cabor eksebisi. Ditambah tim official dan tim teknis, dengan tujuan Jayapura dan Merauke, Provinsi Papua.

BACA JUGA :  Kontingen NTB Tambah Medali Di Kejurnas Antar PPLP

Adapun beberapa tim teknis kontingen juga sejak dua hari lalu sudah ada yang berangkat ke empat klaster masing-masing di Papua untuk mempersiapkan dan menyambut kedatangan kloter kontingen PON NTB.

“Semoga kita semua tetap sehat, dilindungi sama yang maha kuasa. Dan selamat berjuang untuk seluruh kontingen NTB di ajang PON XX Papua 2-15 Oktober mendatang,” harap Andy.

Sementara itu, Ketua Kontingen NTB PON XX Papua H Mori Hanafi mengatakan, waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Ikhtiar sudah maksimal lewat program latihan di Pelatda PON NTB Gemilang. Tinggal maksimalkan saat bertanding dan menunggu takdir Allah SWT.

BACA JUGA :  Anggaran Bidding Tuan Rumah PON 2028 Belum Tersedia

Adapun perihal kondisi kesehatan para kontingen yang diberangkatkan itu diyakini sudah steril. Karena sebelum mereka berangkat kesehatannya tetap dikontrol, termasuk tes Antigen dan PCR Covid-19.

“Makanya kalau segi kesehatan tidak kita khawatirkan,” katanya.

Hanya saja lanjutnya, para kontingen diminta agar tetap memperhatikan kesehatannya selama di perjalanan. Karena sebelum sampai tujuan, mereka harus melakukan transit di beberapa titik.

“Pesan kami, jangan sampai keluyuran kesana kemari selama transit. Termasuk juga saat di Papua, karena kita berada di daerah konflik. Ini untuk menjaga paparan Covid-19, dan menjaga keselamatan bersama,” tutupnya. (rie)