Konferensi Islam Hasilkan 9 Rokemendasi

????????????

MATARAM – Konferensi Internasional Islam tentang kontra terorisme dan sektarianisme yang diselenggarakan di NTB resmi ditutup di Hotel Sentosa, Senggigi Lombok Barat Senin kemarin (1/8).

Penutupan kegiatan yang  dihelat sejak tanggal 30 Juli 2016 tersebut  menghasilkan 9 rekomendasi yang siap difollow-up kedepannya.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengatakan, semua rekomendasi yang telah disusun akan ditindaklanjutinya. Formulasi untuk melakukan implementasi di NTB akan disusun dalam waktu dekat. “Pasti kita tindaklanjuti rekomendasi itu, nanti kita akan bahas dulu seperti apa konkritkannya di NTB,” kata Gubernur.

Menurutnya, konferensi tersebut menguatkan dan mempertegas bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan. Namun Islam adalah rahmatallil’alamin. “Justru Islam mengajak dan menyeru serta menawarkan perdamaian. Islam juga tidak ada hubungannya dengan sektarianisme, karena sektarianisme itu sebenarnya hal-hal primordial yang tidak perlu dikembangkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gubernur menilai perbedaan suku, agama, ras dan golongan justru untuk saling mengenal, saling mengisi dan  saling belajar.  Bukan malah menjadi pemicu kekerasan yang hanya mendatangkan kerugian saja.

Menyinggung soal pembukaan MTQ oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur menyampaikan terima kasih atas dipercayakannya NTB sebagai tuan rumah MTQ sekaligus tuan rumah pelaksanaan konferensi internasional ulama Islam dunia tersebut. “Kami sengaja menampilkan budaya sebagai sebuah keunikan, bahwa Islam di NTB ini ada sejarahnya. Islam datang membawa perubahan yang sangat signifikan. Islam membawa cara pandang yang sugguh sangat berbeda dengan keadaan sebelumnya,” ujar Gubernur di hadapan ratusan peserta konferensi.

Konferensi menghasilkan setidaknya sembilan rekomendasi yaitu kepada Muslim World League, agar mendirikan pusat kajian terorisme, radikalisme dan sektarianisme bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kemudian  membentuk komite yang mengontrol pelaksanaan  seluruh rekomendasi yang dihasilkan oleh konferensi ini, terdiri atas MUI, Pemerintah Provinsi NTB,  Kementerian Agama Republik Indonesia dan Muslim World League.

Ketiga, menyusun rencana strategis kontra terorisme, radikalisme dan sektarianisme yang terjadi di Asia, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah beberapa negara Islam, bekerja sama dengan masyarakat internasional. Muslim World League diharapkan  melakukan tindakan-tindakan yang tepat di dalam hal ini, bersama dengan pihak-pihak yang berkompeten.

Rekomendasi berikutnya mendukung pengajaran agama di negara-negara Asia, dengan mengembangkan sistem pembelajaran, atau mendirikan lembaga pendidikan Islam untuk menutupi kebutuhan masyarakat, dan memenuhi keperluan terhadap tenaga-tenaga pendidik atau imam-imam masjid yang mampu untuk menjelaskan tentang bahaya sikap radikal dan sektarian, serta mengukuhkan sikap moderat sebagai bagian dari ajaran Islam.

Selanjutnya mengajak para ulama Islam agar menjalankan peran dan tanggungjawab mereka, untuk mengarahkan pemuda-pemuda umat dengan pemahaman yang benar tentang jihad, takfir, loyalitas dan anti loyalitas, kedaulatan negara, kewajiban taat kepada pemimpin dan larangan melakukan makar.

Lalu meluruskan metodologi dakwah, sesuai konsep Islam, yaitu mendahulukan sikap bijaksana, dan pengajaran yang baik. Mengajak para pimpinan-pimpinan organisasi kemasyarakatan di negara-negara Asia untuk bekerjasama dengan lembaga-lembaga sosial Islam untuk mengadakan pelatihan-pelatihan imam dan da'i

Berikutnya membentuk forum komunikasi antar sesama lembaga Islam dalam tingkat internasional yang bertujuan untuk menyatukan segala potensi yang dimiliki di bawah koordinasi Muslim World League dan bekerja sama dengan institusi-institusi terkait. Forum ini diharapkan untuk melakukan pertemuan-pertemuan koordinasi secara berkala, untuk merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi ancaman terorisme, dan sektarianisme di Asia.

Membantu kaum muslim minoritas khususnya di bidang pendidikan, agar dapat terhindar dari sikap ekstrim atau tindakan radikal dan konfrontasi dengan kelompok-kelompok masyarakat lainnya, sehingga dapat lebih produktif untuk memberikan perbuatan yang terbaik bagi negaranya dan membuktikan kesempurnaan agama Islam bagi orang lain.

Dan yang terakhir, rekomendasinya yaitu mewujudkan perbaikan yang menyeluruh terhadap kondisi umat Islam, sehingga mampu memperlihatkan identitas keislaman yang utuh, dan memenuhi keperluan masyarakat di dalam memerangi kerusakan. Mempergunakan sumber daya alam dan manusia secara baik, demi mewujudkan keadilan dan menjaga kehormatan kemanusiaan, serta keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Sementara itu, Sekjen Rabithal Al Alam Al Islami, Abdullah Bin Abdul Muhsin At-Turki menjelaskan isu radikalisme dan sektarianisme merupakan isu global yang harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama para ulama islam di dunia. Karena itu, dia menolak dengan keras, segala kejadian teror yang menimpa dunia Islam pada saat ini, yang mengorbankan nyawa dan merendahkan kemanusiaan.

Namun masyarakat internasional diam dan tidak bertindak apapun terhadap segala kejadian ini. Maka, dia menuntut agar pelaku-pelaku teror atas umat Islam dapat dibawa ke hadapan pengadilan internasional, dan diadili atas perbuatannya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid