Kondisi Pasar Gunung Sari Dikeluhkan Pedagang

MEMPRIHATIKAN : Kondisi Pasar Gunung Sari yang becek saat hujan dikeluhkan para pedagang.(ist)

GIRI MENANG – Kondisi Pasar Gunung Sari yang yang becek dikeluhkan oleh pedagang dan menjadi sorotan publik. Sampai saat ini belum belum ada solusi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Alhadi Muis, Ketua Kasta NTB DPD Lobar menyoroti kondisi Pasar Gunung Sari yang memprihatinkan. Saat ini belum ada tindaklanjut pemerintah daerah. Secara jangka pendek, paling tidak dimulai penimbunan lokasi yang tergenang air.”Kami sudah hearing bebapa kali, kami suarakan aspirasi para pedagang. Namun pihak Pemda sampai saat ini belum juga kelihatan mengerjakan apa yang menjadi keluhan kami,” ungkapnya.

Pihaknya kata Muis, akan terus mendorong Pemkab memberikan perhatian terhadap kondisi pasar ini karena pedagang tetap ditariki retribusi.” Persoalan Pasar Gunung Sari ini merupakan tanggungjawab banyak pihak, termasuk Bapenda Lobar. Karena instansi ini yang pungut uang retribusi ke para pedagang,” tegasnya.

Beberapa kali pertemuan sudah dilakukan, namun sampai saat ini belum ada tindakan yang bersifat langsung yang dilakukan oleh SKPD terkait.” Dalam waktu dekat jika tidak ada tindakan SKPD yang bertanggung jawab, kami akan mengajak para pedagang untuk menggedor kantor mereka,” katanya.

Sementara itu Kepala Disperindag Lobar, H. Sabidin, didampingi sekretarisnya, L. Agha Farabi, mengatakan, untuk penanganan sementara akan dilakukan penimbunan di areal yang becek. “Kami akan uruk areal pasar itu, supaya tidak becek. Sebelum kami akan melakukan penanganan landscape dan irigasi dianggarkan di APBD Perubahan,” jelasnya.

Diakuinya memang kondisi pasar dikeluhkan pedagang. Sehingga pihaknya segera melakukan penimbunan areal menggunakan tanah sembari menunggu penanganan landscape, dipasangkan paping blok, ataukah pengerasan jalan. Selain itu, pihaknya juga akan menangani irigasi areal pasar tersebut.

Tahun ini pihaknya mengusulkan lima pasar untuk mendapatkan program penanganan yakni Pasar Narmada, Gunung Sari, Pasar Keru, Pasar Kediri dan Pasar Sekotong. Namun dari sekian pasar ini yang kemungkinan disetujui adalah Pasar Gunung Sari. Karena tim kementerian saat itu turun ke beberapa pasar. “ Kemungkinan tahun ini dibangun lagi pasar Gunung Sari satu bangunan, jadi emang bangunan sebelumnya ada tiga yang dibangun,” jelasnya.

Terkait nilai anggaran untuk pasar ini, ia berharap minimal seperti sebelumnya. Untuk kepastian pembangunan pasar itu dari pusat, pihaknya harus menunggu SK penetapan lokasi dari kementerian. Setelah ada SK itu barulah bisa dipastikan. Ditanya soal kebijakan pengelolaan pasar akan dialihkan dari Bapenda ke Disperindag, kata dia, kemungkinan bisa tahun depan. Karena butuh regulasi berupa Perbup dan pengaturan personil yang akan mengelola pasar yang ditempatkan di Disperindag. “ Masih proses, perangkat berupa Perbup belum disiapkan, kemungkinan tahun depan,” jelasnya.(ami)