Komunitas UMKM, Inisiasi Terbentuknya Babakan Mart

babakan mart
KUE BABAKAN – dua orang pelaku UMKM Babakan membuat berbagai kue yang siap dipasarkan melalui Kampung Babakan Mart yang rencananya mulai operasional April ini.

MATARAM—Banyaknya pelaku usaha di Kampung Babakan, Kecamatan  Sandubaya, Kota Mataram semakin berkembang pesat. Mulai dari roti hinga pembuatan pelaratan dapur. Potensi industri pangan olahan dan kerajinan yang begitu pesat di Kampung Babakan, membuat salah satu komunitas menginisiasi terbentuknya Babakan Mart.

Gagasan dibentuknya Kampung ‘Babakan Mart’ tersebut, sebagai salah satu upaya untuk menaungi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sudah 27 orang pelaku UMKM telah mendaftar diri untuk mengikuti program tersebut.

Salah seorang inisiator terbentuknya Babakan Mart, Herman, dalam pembentukan Kampung Babakan Mart ini, tidak hanya dikumpulkan begitu saja, melainkan para pelaku usaha juga akan diberi peminaan serta pendampingan. Baik itu, peningkatan kemasan yang lebih menarik, higienis, manajemen pengelolaan usaha sampai manajemen usaha.

“Kampung Babakan Mart ini sebagai salah satu model untuk pengembangan UMKM berbagai produk pangan olahan di NTB,” kata Herman yang juga anggota DPRD Kota Mataram dari Partai Gerindra, Sabtu (7/4).

Pembentukan Kampung Babakan Mart ini akan menjadi pasar modern, seperti ritel modern kebanyakan. Keberadaan Kampung Babakan Mart ini nantinya, akan memasarkan berbagai produk pangan olahan, mulai dari roti, keripik dan banyak macam kue karya pelaku UMKM di Babakan. Di outlet Kampung Babakan Mart ini tidak hanya memasarkan hasil produk pangan olahan UMKM, tetapi juga menyediakan berbagai kebutuhan bahan baku pembuatan roti serta kue lainnya.

Dengan demikian, para pelaku usaha, bisa langsung membeli berbagai kebutuhan bahan baku pembuatan roti dan kue lainnya. Sehingga, tak hanya memasarkan atau mempromosikan produk hasil karya masyarakat Kampung Babakan, tetapi juga mempermudah pelaku usaha mendapatkan berbagai bahan baku untuk membuat produk olahan tersebut.

“Untuk outlet Babakan Mart ini konsepnya itu 50 eprsen produk berbagai kue dan roti dan 50 persen lagi isinya itu bahan kue dan kebutuhan bahan pokok,” jelasnya.

Kampung Babakan Mart ini, lanjut Herman, akan lebih fokus memasarkan produk-produk yang sudah jadi dari UMKM. Sementara itu, apa bila para pelaku usaha memasukan produk ke ritel modern membutuhkan modal besar karena kapitalis. Tetapi di Babakan Mart ini, UMKM memiliki andil untuk membesarkannya, karena menjadi milik warga Babakan.

“April ini Babakan Mart sudah mulai kita operasionalkan,” ucap Herman.

Bagi pelaku UMKM yang ingin mengikuti program kampung Babakan Mart tersebut, para pelaku usaha harus mengikuti pendampingan dan prosedur yang telah ditetapkan. Kerena Babakan Mart menerapkan konsep produk berkualitas dan berkelas.  Seperti cake, pizza, donat yang begitu venomenal itu adalah produk kelas menengah ke atas.

“Kita ingin produk Babakan ini berkelas. Sehingga Babakan Mart ini sebagai wadah atau media untuk memasarkan berbagai produk UMKM Babakan untuk naik kelas menjadi semakin berkualitas,”  pungkasnya. (cr-dev)