Komplotan Rampok Diringkus Polisi

DITANGKAP : Satu dari empat pelaku utama pelaku perampokan sadis yang ditangkap aparat Polres Lotim. (Ist for Radar Lombok)
DITANGKAP : Satu dari empat pelaku utama pelaku perampokan sadis yang ditangkap aparat Polres Lotim. (Ist for Radar Lombok)

SELONG – Aparat Polres Lombok Timur menangkap komplotan rampok sadis yang telah beraksi di sejumlah wilayah di Lombok Timur, Kamis (27/8). Sebanyak enam orang diborgol. Empat diantaranya pelaku utama dan dua lagi merupakan penadah.

Dari enam yang ditangkap, empat pelaku utama ialah Amrun, Abdul Wahid (warga Desa Lenek Baru, Kecamatan Lenek), Suhaidi, Harmaen (warga Desa Kalijaga Baru Kecamatan Lenek), serta dua penadah Hamirin dan Dedi Irawan (warga Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji). “ Terakhir para pelaku ini melakukan aksi Curas yang korbannya adalah warga Desa Tumbuh Mulia Kecamatan Suralaga,” kata Kasubag Humas Polres Lotim IPTU Lalu Jaharuddin, Kamis (27/8).

Empat pelaku utama ini lanjutnya, merupakan residivis. Mereka sebelumnya pernah mendekam di balik jeruji besi karena kasus serupa.” Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari korban. Anggota kemudian melakukan penyidikan. Akhirnya para pelaku termasuk penadah ini berhasil ditangkap di tempat berbeda,” terang Jaharuddin.

Terbongkarnya kasus ini lanjut dia, berawal dari ditangkapnya dua orang penadah. Dari sini dilakukan pengembangan, hingga diketahui jika barang-barang hasil curian itu telah dibeli dari empat pelaku tersebut.”Pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Polres Lotim guna pemeriksaan lebih lanjut,” cetusnya.

Empat pelaku utama ini menjalankan aksinya malam hari. Korbannya adalah  mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Lombok Timur. Pelaku masuk kos korban dengan cara mendobrak pintu. Tidak hanya satu korban, namun pelaku ini juga melakukan aksi serupa terhadap penghuni kos lainnya di tempat tersebut. Setelah berhasil masuk, para pelaku langsung mengacungkan parang ke korban, meminta supaya mereka menyerahkan barang berharga. Korban yang tak berdaya, memenuhi permintaan para pelaku ini.”Korban diancam jika tidak menyerahkan barang berharga. Parahnya lagi, para korban dikumpulkan di satu tempat,” ungkapnya.

Setelah mengobrak abrik isi kamar, para pelaku melarikan diri. Hasil kejahatan mereka jual ke dua penadah itu, dan uangnya mereka bagi. Lebih lanjut disampaikan, dari tangan para pelaku dan penadah, juga diamankan berbagai barang bukti. Diantaranya beberapa unit HP, sepeda motor, jimat dan parang. “Para pelaku saat ini telah ditahan di Polres Lotim. Keterangan mereka terus digali petugas untuk mengungkap kemungkinan ada tempat lain yang pernah menjadi sasaran kejahatannya,” tutup Jaharuddin.(lie)

Komentar Anda