Komplotan Pencuri Koperasi Bina Artha Ditangkap Polisi

Komplotan Pencuri Koperasi Bina Artha Ditangkap Polisi
BARANG BUKTI: Tampak barang bukti berupa 3 unit sepeda motor yang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian dari tangan para pelaku. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG—Tim Satuan Operasional Reserse Kriminal Polres Lombok Timur (Lotim), berhasil menangkap 4 pelaku pencurian dan penadah barang hasil curian yang terjadi sekitar sebulan lalu (8/6), di Koperasi Bina Artha Desa Masbagik, Kecamatan Masbagik. Keberhasilan petugas tersebut tak lepas dari keterangan yang diberikan rekan pelaku yang telah tertangkap sebelumnya, pada tanggal 3 Juli 2017.

Keempat pelaku pencurian ini berinisial LN alias KN alias Komping, 37 tahun, alamat Dusun Kangkek, Desa Semaya, Kecamatan Sikur, yang berperan sebagai pelaku pencurian. Kemudian MR alias Joang, 26 tahun, alamat Dusun Jeropoto, Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat. Berikutnya SI, 30 tahun, alamat Dusun Pelomak, Desa Sukarara, dan terakhir AQ, 27 tahun, operator alat berat yang beralamat di Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat.

“Dari keempat pelaku yang diamankan ini, LN diketahui sebagai pelaku, sementara tiga temannya bertugas menjual barang hasil curian. Keempat orang ini kita tangkap setelah temannya berhasil kita tangkap duluan,” jelas Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim, AKP Antonius F, Senin kemarin (17/7).

Dijelaskan, pelaku yang berhasil diamankan ini ditangkap ditempat yang berbeda. Dimana LN ditangkap di daerah Semaya saat dilakukan pengembangan terhadap keberadaan barang bukti. Namun ketika hendak dilakukan penangkapan, pelaku berupaya memberontak, sehingga petugas pun akhirnya mengambil tindakan tegas, menembak betis kirinya hingga tembus.

“Sementara tiga pelaku lainnya yang sedang menguasai hasil kejahatan kami tangkap tanpa perlawanan dirumahnya masing-masing di daerah Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat,” jelasnya.

Dalam melakukan aksinya, pelaku yang berjumlah 2 orang beraksi pada malam hari di Koperasi Bina Artha, dengan cara memanjat pintu gerbang, kemudian mendobrak pintu kantor koperasi, dan langsung menodongkan pisau ke leher korban, serta menganiaya korban dan mengancam akan memperkosa korban sambil menanyakan dimana kunci brangkasnya.

Sementara pelaku lainnya menggeledah isi kantor koperasi, dan berhasil mengambil barang-barang berharga berupa uang tunai sejumlah Rp 5 juta, 3 unit Hp, 1 unit laptop, 1 unit sepeda motor Honda Vario, 1 buah helm merek KYT warna biru, dan sejumlah perhiasan emas milik korban.

Dari hasil pengembangan terhadap keempat orang pelaku, LN merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama, dan baru keluar sekitar 3 bulan lalu dari lembaga pemasyarakatan.

”Dari tangan pelaku, barang bukti yang berhasil diamankan tiga unit sepeda motor Honda Vario dari penadah, yang merupakan sepeda motor milik korban. Kemudian 1 unit Honda Supra yang digunakan pelaku saat beraksi, 1 unit Honda Vario, 1 buah STNK sepeda motor korban, 2 buah parang (Sajam), yang salah satuya digunakan untuk mengancam korban saat beraksi, dan 1 Sajam lagi dipakai untuk melawan petugas saat hendak dilakukan penangkapan,” pungkasnya. (cr-wan)