Komplotan Begal Sadis Berhasil dilumpuhkan

Rampas Motor Korban, Minta Tebusan

Komplotan Begal Sadis
DIRINGKUS : Sindikat begal yang berhasil dilumpuhkan oleh aparat Polres Lotim. Selain itu polisi berhasil mengamankan barang bukti diantaranya sejumlah sepeda motor. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Aparat Polres Lombok Timur  berhasil  mengungkap sindikat  kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang beraksi di sejumlah wilayah salah satunya yang terjadi di Dusun Tutuk Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru  pada 19 Desember lalu. Lima orang  berhasil diringkus. Tiga diantaranya pelaku utama insial AF (40) tahun warga Jerowaru, JM (41) warga Praya Timur Loteng, AU (38) warga Jerowaru . Dua pelaku lagi diketahui penadah dengan inisial NR (36) tahun warga Jerowaru dan ZI (40) tahun juga asal Jerowaru.  Satu orang lagi pelaku utama, AF, yang juga warga Jerowaru kini masih dalam pengejaran petugas.

Terbongkarnya kasus ini tak lepas dari adanya dua laporan berbeda yang telah diterima oleh kepolisian. Yaitu laporan polisi nomor : LP /90/XII/2018/NTB/Res.Lotim tanggal 19 Desember tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan.  Selanjutnya laporan dengan nomor polisi : LP/92/XII/NTB/Res.Lotim. tanggal 20 Desember 2018 tentang tindak pidana penadah.  Selain pelaku, turut juga diamankan sejumlah barang bukti.” Jumlah tersangka enam orang. Satu lagi masih buron,” kata Kapolres Lotim melalui Kasatreskrim AKP I Made Yogi Pusurama Utama dalam keterangan persnya.

Sindikat pelaku berhasil diringkus dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah mereka beraksi. Kronologis penangkapan berawal dengan ditangkapanya  panadah, NR dan ZI yang ketika itu sedang  melakukan transaksi penebusan hasil curian yang bertempat di salah satu wilayah di Jerowaru.” Dari hasil dan keterangan para penadah ini, kita kemudian melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku utamanya,” ujar Made.

BACA JUGA: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ricuh

Dari sini pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku utama . Proses penangkapan  dilakukan secara terpisah dengan membentuk tim. Mengingat pelaku ini berada di tempat  yang berbeda. Tim kemudian langsung bergerak melakukan pencarian dan pengejaran di lokasi yang biasa dijadikan para pelaku sebagai tempat nongkrong.

“ Namun  ketika kita akan lakukan penangkapan, para pelaku ini mencoba berontak dan melawan. Akhirnya petugas mengambil tindakan tegas dengan cara melumpuhkan mereka,” tegasnya.

Mereka langsung digelandang ke Polres Lotim untuk dimintai keterangannya. Termasuk dikonfrontir  dengan keterangan dua penadah yang telah terlebih dahulu diringkus petugas.

“ Dan dari hasil pengembangan selain di wilayah Jerowaru Lotim, aksi serupa juga telah dilakukan di Semoyang Loteng,” bebernya.

Dari hasil penyidikan dan keterangan para pelaku  mereka melakukan aksi pada malam hari. Sebagian pelaku menghadang korban yang ketika itu sedang melintas di jalan Dusun Tutu Jerowaru. Mereka  langsung mencegat  korban kemudian secara membabi buta menganiaya korban. Setelah korban tidak berdaya, pelaku  membawa lari motor korban. Sedangkan korban di tinggal begitu saja.

BACA JUGA: Begal Turis Belanda Ditembak Polisi

Setelah hasil, para pelaku mengatur proses penebusan motor korban melalui perantara dua orang penadah yang telah diamankan itu. Baru setelah  itu kedua penadah tersebut menghubungi korban. Besaran tebusan  yang diminta yaitu Rp 2,5 juta.“ Setelah disepakati, baru mereka tentukan tempat pertemuan untuk melakukan transaksi,” ujarnya.

Selain itu dari tangan para pelaku diamankan beberapa barang bukti hasil kejahatan diantaranya enam unit kendaraan roda dua dengan beragam merk dan barang bukti lainnya. Pelaku utama dikenakan pasal 365 KHUP tentang tindak pidana pencurian dan kekerasan. Sedangkan dua pelaku penadah dikenakan pasal 480 KHUP tentang pertolongan jahat (penadah ).(lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid