Kompleks Pertokoan Tanjung Biang Kemacetan

BIANG KEMACETAN : Kompleks Pertokoan Tanjung disebut sebagai biang kemacetan dan kumuh yang perlu mendapatkan penataan (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG-Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Utara Heriyanto menyebut kompleks pertokoan Tanjung pada saat ini menjadi biang kemacetan dan kelihatan kumuh, sehingga tidak kelihatan ibu kota kabupaten.

Jika kompleks pertokoan Tanjung tetap dibiarkan seperti itu. Meski Lombok Utara berumur 20 tahun maka Lombok Utara tidak akan tetap seperti tempo dulu. “Kalaupun umur 20 tahun, kota Tanjung tidak dirubah maka tetap saja Lombok Utara kayak tempo dulu. Sarang kemacetan dan kelihatan kumuh, sehingga tidak kelihatan kota,” sebut mantan staf ahli ini, kemarin.

Untuk itu, pihaknya memiliki perencanaan terhadap kompleks pertokoan Tanjung kedepan memiliki peluang untuk ditata dan dirubah dengan memperlebar jalur utama, entah jalur satu ataupun jalur dua. Dikatakan, tahap awal penataan Tanjung dilakukan dengan perubahan fisik di sejumlah lokasi seperti pemindahan kompleks pertokoan Tanjung yang sekarang masuk dalam perencanaan. Selanjutnya, sebagian lagi akan dipindahkan ke kompleks pertokoan UMKM yang ada di depan terminal Tanjung. “Kita punya pasar kuliner yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat relokasi sebagian pertokoan Tanjung yang sekarang. Ini alternatif relokasinya. Semoga bisa terwujud,” harapnya.

[postingan number=3 tag=”klu”]

Setelah pertokoan Tanjung direlokasi seluruhnya maka pelebaran jalan bisa dilakukan. Pelebaran jalan provinsi ini sangat diperlukan melihat volume kendaraan yang saat ini juga terus meningkat. Selain jalan provinsi ini, Herianto juga mengatakan ketersediaan jalan juga akan disokong dengan keberadaan jalan lingkar utara (Jalinkra). “Pembebasan Jalinkra sudah selesai, tinggal kita ajukan ke pusat untuk penetapan status menjadi jalan nasional sehingga bisa dibantu melalui APBN,” tandasnya.

Untuk merealisasikan rencana ini akan dilakukan 2018. Karena untuk 2017, pemkab akan mematangkan desain dan perencanaannya. Termasuk juga mengundang berbagai pihak seperti pemilik lahan di pertokoan Tanjung untuk melakukan pembicaraan.

Selain itu, pihaknya juga akan memprioritaskan pembenahan infrastruktur yang tepat sasaran. Agar mendapatkan lokasi yang tepat, pihaknya berencana akan turun bersama Dinas PU ke lapangan. “Jalan hal yang penting untuk mendapat perhatian. Tapi kita juga harus tahu mana-mana jalan yang harus menjadi prioritas,” katanya.

Menurutnya, monev dengan turun lapangan ini untuk memastikan apa yang menjadi usulan dinas terkait merupakan suatu program fisik yang memang sangat diperlukan untuk dibenahi yang bersifat segera. “Apa yang diusulkan PU itu merupakan kondisi real  yang sudah kita ketahui sebelumnya terhadap kondisi jalan itu seperti apa, sehingga dapat kita pikirkan secara matang juga apakah itu memang harus jadi prioritas atau tidak,” jelasnya.

Lombok Utara bagian paling timur (Bayan) sudah banyak mendapat perhatian pemerintah dalam membenahi jalan-jalan kabupaten. Hal ini tentu sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam membangun kondisi perekonomian masyarakat. Dengan adanya akses jalan yang bagus yang dulunya tidak bisa dilewati kendaraan roda empat namun sekarang dengan adanya jalan yang diaspal mudah dilalui, sehingga komoditi yang ada di wilayah itu mudah diakses dengan roda empat, jika demikian secara otomatis harga komoditi tentu memiliki nilai jual lebih baik dari sebelumnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid