Komite Sekolah Dukung SMAN 1 Mataram Tutup Sementara

SEKOLAH TUTUP : Suasana SMAN 1 Mataram setelah ada siswa yang terpapar di luar lingkungan sekolah. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Kepala SMAN 1 Mataram, Kun Andrasto menyatakan setelah mengetahui adanya siswa yang terpapar Covid-19, pihaknya menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka sementara. Hal itu lantaran dua siswa SMAN 1 Mataram terkonfirmasi positif Covid-19.

“Berdasarkan hasil koordinasi SMAN 1 Mataram dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, maka mulai Sabtu 9 Januari hingga Rabu 13 Januari, SMAN 1 Mataram menutup sementara sekolah dan beralih melaksanakan pembelajaran daring,” kata Kun Andrasto, Sabtu (9/1).

Menurut Kun, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan adanya siswa dan guru yang datang dari luar kota dan harus menyelesaikan masa isolasi mandiri. Sselain itu, pihaknya juga berharap orang tua siswa memfasilitasi dan mengawasi siswa selama pembelajaran daring, serta selalu memantau penerapan protokol kesehatan dalam lingkungan keluarga.

‘Tiga poin penting ini yang kita tuangkan dalam surat edaran kepada orang tua siswa,” ujarnya.

Untuk diketahui, dua siswa yang terpapar Covid-19 ini sebenarnya hanya satu yang pergi ke sekolah. Terkait dengan kronologinya, dua siswa tersebut terpapar virus Corona dari luar lingkungan sekolah.

Diterangkan Kun, bahwa siswa inisial D ini sebenarnya sudah positif Covid-19, namun belum sempat ke sekolah. Bahkan pihak sekolah melalui wali kelas sudah menanyakan kemungkinan siswa D ini tertular darimana. Dari pengakuan siswa D dan keluarganya, bahwa mereka tidak pernah pergi maupun mendapat kunjungan dari orang luar. Namun D mengaku jika dia kontak dan bertemu dengan temannya yang satu kelas atas nama R, ketika itu satu pekan sebelum masuk sekolah.

Sementara itu, siswa R yang baru menunjukkan gejala pada Selasa, yakni Senin dan Selasa siswa R masuk sekolah dan berinteraksi dengan teman-temannya di kelas.

“Saat melaksanakan tes swab, siswa R hasilnya positif Covid-19. Siswa R mengakui bahwa selama libur ada kakaknya yang datang dari Surabaya, namun kakaknya sudah di swab dan hasilnya negatif,” jelas Kun.

Berdasarkan informasi tersebut, sebenarnya siswa D yang lebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19 ditulari oleh R yang tesnya positif pagi Sabtu.

“Insyaallah, Senin 11 Januari data yang kontak erat dengan siswa R bisa kita dapatkan datanya,” imbuhnya. (adi)