Komisi III Genjot Kinerja Dinas PUPR dan RSUD

Komisi III Genjot Kinerja Dinas PUPR dan RSUD
RAPAT: Pimpinan Komisi III DPRD KLU saat rapat bersama PLT Kepala Dinas PUPR KLU Kahar Rizal, Senin (13/1).( HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)
Advertisement

TANJUNG–Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Senin (13/1) kemarin. “Kita undang dua OPD karena memang kita melakukan evaluasi dan monitoring kepada RSUD dan PUPR. Untuk rumah sakit kita mengevalusi dan memonitoring pelayanan dan perkembangan pembangunannya. Sedangkan untuk PUPR permintaan kita supaya bagaimana pekerjaan infrastuktur di 2020 ini ditingkatkan,” ungkap Ketua Komisi III Artadi, Senin (13/1).

Selain itu disorot juga soal pengembangan IGD RSUD yang diputus kontrak karena progresnya sangat rendah. Kemudian jembatan di Dusun Lendang Galuh, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung baru dibangun, tetapi rusak.

Ditegaskanya, hal-hal semacam itu tidak boleh lagi terjadi. Perencanaan harus benar-benar diperhatikan. Pelelangan di ULP harus dipercepat agar proyek dikerjakan di awal, tidak menumpuk di akhir tahun. “Pada intinya kita minta di 2020 ini lebih baik lagi lah. Dan kita minta di 2020 ini aspirasi-aspirasi masyarakat diprioritaskan oleh Dinas PUPR dan diprogramkan. Termasuk aspirasi dari kita, karena bagaimanapun setiap hari masyarakat mendatangi kita, makanya kita sampaikan juga aspirasi masyarakat ke Dinas PUPR untuk diprogramkan,” terangnya.

Program yang tertuang dalam Musrenbang itu bisa dipilah, mana program yang akan diakomodir dan mana yang tidak. “Yang jelas, kami mengundang dua OPD ini menyangkut tiga hal yang menjadi paling perioritas yakni jalan, jembatan, dan air untuk kebutuhan masyarakat ini. Sedangkan khusus PU kita tekankan untuk memperhatikan jalan, jembatan dan air,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR KLU Kahar Rizal mengaku bahwa dirinya baru beberapa hari menjabat sebagai Plt. Sehingga program selain di bidangnya, Bina Marga terdahulu, banyak yang belum ia ketahui. Namun soal jembatan Lendang Galuh yang rusak itu akibat faktor alam. Sudah mulai diperbaiki oleh kontraktor. “Soal jembatan Lendang Galuh itu saya sendiri sebagai PPK-nya. Secara visualisasi sudah bagus dan secara spesifikasi sudah bagus semua. Soal talut yang longsor itu karena curah hujan tinggi, debit air yang besar menjadi pemicu rusaknya talut di sayap jembatan, sehingga terjadi keretakan. Kita juga sudah lakukan investigasi dan hasilnya secara teknis tidak cukup untuk diperbaiki sehingga kami memberikan saran untuk dibongkar. Makanya kita buat baru untuk memperkuat fondasi itu dan tidak karena rusak spesifikasi ataupun volume,” jelasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid