Komisi III DPRD KLU Tolak Refocusing Bosda

Artadi (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Anggaran bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) untuk guru honor dan tenaga kependidikan (tendik) senilai Rp 7 miliar terancam kena refocusing tahun ini.

Bagi Ketua Komisi III (Pendidikan) DPRD KLU Artadi, refocusing terhadap anggaran Bosda yang bersumber dari DAU itu akan merusak citra pemerintahan Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto Ridawan. “Jika sebelumnya mereka menerima Bosda pada periode pemerintah sebelumnya, lalu tiba-tiba tahun ini tidak menerima maka menjadi bahan pertanyaan dan merusak pandangan guru honor kepada periode pemerintah sekarang,” tegas Artadi kepada Radar Lombok, Rabu (17/3).

DPRD lanjutnya tak terlibat refocusing, murni TAPD. Artadi sendiri menyarankan agar TAPD merefocusing anggaran lain sehingga memenuhi alokasi Rp 13 miliar itu. Misalnya pembangunan fisik dan kegiatan yang tidak bisa terlaksana tahun ini.

Apalagi Bosda itu sangat ditunggu-tunggu guru honor dan tendik, kendati nilainya kecil hanya Rp 250 ribu per bulan. “Kasihan para guru-guru honor. Lebih baik TAPD refocusing anggaran yang lain,” tegasnya.

Pihaknya tidak sepakat apabila hak-hak guru honor dipangkas atau ditiadakan. Setidaknya ada perhatian pemerintah daerah terhadap mereka atas jasanya mendidik anak-anak di daerah. Sebab, jika mengharapkan guru PNS saja, tidak bisa. Perlu lebih banyak guru dan dalam hal ini dibantu guru honor. “Daerah sangat terbantukan dengan adanya guru honor ini,” katanya.

Ditegaskan, Bosda ini jangan dilihat dari sisi politis, karena diprogramkan oleh Najmul Akhyar-Sarifudin waktu itu, melainkan bagaimana agar pemerintah daerah peduli terhadap guru honor dan tendik. “Mari berikan penghargaan kepada mereka,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kabid PTK Dikpora KLU Sudiartha mengatakan, anggaran Bosda Rp 7 miliar tahun ini belum final, karena TAPD masih melakukan refocusing Rp 13 miliar DAU dengan menyisir anggaran yang ada. “Pada pembahasan anggaran 2021 di tahun lalu sudah ditetapkan Rp 7 miliar untuk Bosda, tapi kami belum bisa pastikan lagi karena pada saat ini TAPD sedang melakukan refocusing terhadap DAU,” jelasnya. (flo)