Komisaris PT Pupuk Kaltim Pantau Ketersediaan Pupuk di NTB

DISTRIBUTOR PUPUK: Ketika Komisaris PT Pupuk Kaltim turun ke NTB, para distributor penyalur pupuk bersubsidi dikumpulkan, melakukan rapat untuk menjamin penyaluran pupuk di NTB aman (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Jajaran Komisaris Perseroan Terbatas (PT) Pupuk Kaltim turun langsung ke sejumlah daerah di Provinsi NTB, untuk memantau ketersediaan pupuk di masa musim tanam yang mulai cukup tinggi di musim hujan ini. Jajaran Komisaris PT Pupuk Kaltim ingin memastikan ketersediaan dan pendistribuan pupuk bersubsidi di seluruh wilayah NTB bisa berjalan lancar.

“Jajaran komisaris ingin memastikan pupuk bersubsidi di NTB itu dalam kondisi aman,” kata Kepala Kantor Pemasaran PT Pupuk Kaltim Provinsi NTB, Rochmansyah kepada Radar Lombok Minggu kemarin (9/10).

Selain turun langsung ke gudang penyimpanan pupuk bersubsidi jenis urea di sejumlah tempat diantaranya Komisaris/Ketua Komite GCG, PMR dan Investasi , PT Pupuk Kaltim, Zulkifli Arman, Komisaris PT Pupuk Kaltim, Bambang Supriambodo, Komite Audit, Yulius Nur, Komite GCG PMR Investasi , Wahyu Kuncahyo, Manager PSO, M Yusri dan Kepala Kantor Pemasaran NTB, Rochmansyah memantau langsung sejumlah kesiapan distributor dan agen pengecer pupuk bersubsidi yang ada di wilayah NTB.

Selain turun memantau jaminan ketersediaan pupuk subsidi hingga kelancaran pendistribusian ke lapangan dalam hal ini ke petani yang berhak menerima, jajaran komisaris PT Pupuk Kaltim juga mengumpulkan seluruh distributor yang ada di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.

Menurut Rochamnsyah kehadiran jajaran komisaris dan direksi PT Pupuk Kaltim ke wilayah NTB untuk memastikan stock pupuk bersubsidi khususnya tanaman pangan dalam hal ini padi. Karena Provinsi NTB menjadi salah satu lumbung pangan nasional dan juga penyangga stok beras nasional, maka komisaris PT Pupuk Kaltim ingin memastikan pupuk bersubsidi untuk petani di NTB dalam keadaan aman dan terkendali.

“Komisaris menekankan kepada distributor agar menjamin distribusi yang cepat dan tepat sasaran. Sehingga tidak ada lagi cerita pupuk langka disaat musim tanam padi oleh petani,” ujar Rochmansyah.

Rochmansyah menyebut kuota pupuk bersubsisdi jenis urea untuk Provinsi NTB pada tahun 2016 sebanyak 137.500 ton. Dari jumlah itu yang sudah tersalurkan hingga akhir September 2016 sudah mencapai 85.894 ton. Dengan demikian stok yang masih tersedia mencapai 48.500 untuk tiga bulan kedepan sampai Desember.

Meski musim tanam mulai cukup tinggi seiring musim hujan utamanya di lahan kering, Rochmanyah tetap optimis tidak akan kekurangan pupuk bersubsidi di NTB. karena jika melihat pupuk yang ada di gudang masih sekitar 50 ribu ton, karena alokasi untuk Februari sampai April tersalurkan sedikit,  dimana ketika itu musim tanam mengalami kekurangan akibat pergeseran musim tanam.

“Kalau mengacu SK Gubernur untuk bulan Oktober sampai Desember itu sebanyak 45.064 ton. Artinya denga stok yang ada sekarang ini ketersediaan pupuk bersubsidi di NTB dalam keadaan aman dan terkendali sampai akhir tahun 2016,” pungkas Rochmansyah. (luk)

 

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid