Koloni Coffee Event Promosikan Kopi Lombok Mendunia

Kolini Coffe Event
Sejumlah pengusaha kopi yang memamerkan produknya di acara Koloni Coffe Event, Minggu (16/12) di Acibara Café. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM Kopi tidak bisa jauh dari masyarakat Lombok, NTB. Bahkan kopi sudah menjadi tradisi, maka dari  itu komunitas pencinta kopi menggelar Koloni Coffe Event sebagai bentuk meningkatan potensi kopi Lombok, terutama kopi Sembalun Lombok Timur.

“Kopi Lombok itu punya potensi luar biasa. Untuk itu kita pingin menjamah kopi Lombok meningkatakan potensinya,” kata Ketua Panitia Koloni Coffe Event, Agus Dwi, Minggu kemarin (16/12).

Selain itu, dalam kegiatan tersebut memiliki misi untuk membangkitkan Lombok pasca terjadinya bencana alam beberapa waktu lalu. Tak hanya itu saja, dirinya juga ingin mengunjungi langsung petani kopi di Sembalun untuk meningkatkan potensi kopi daerah tersebut, agar lebih dikenal lagi oleh masyakarat dalam maupun luar daerah bahkan luar negeri.

Kualitas kopi Lombok sudah banyak dikenal dikancah perkopian di nusantara, bahkan internasional.  Oleh sebab itu , lanjut Agus dengan kopi Lombok bisa bangkit dari keterpurukan pasca gempa bumi. Karena pada tahun 2013 lalu, kopi Lombok menempatkan posisi ke 20 besar sebagai kopi terenak di dunia. Maka dari itu, dengan ini saja kopi Lombok sudah mendunia.

“Permasalahan sekarang ini ada di konsistensinya kwalitas, itu yang ingin kita kejar lagi sebenarnya,” jelasnya.

BACA JUGA: Kopi Hitam Kangkong Tembus Pasar Luar Negeri

Dikatakanya ada beberapa produk kopi yang juga ditampilkan dan hampir semua kopi dari Lombok. Selain itu ada pembanding yakni kopi-kopi dari seluruh indonesia, yaitu kopi Gayo dan Kerinci. Dimana nanti, dapat saling berbagi infomasi mengenai jenis kopi itu sendiri.  Seperti ada kopi arabika, robustha dan lainnya. Karena setiap daerah akan berbeda rasanya, dan dengan begitu bisa membuka wawasan mengenai kopi itu.

Sementara itu, salah satu pengusaha kopi penyeduh rumahan Gede Archi mengatakan, kegiatan ini digelar untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan tentang kopi. Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas, masing-masing dari setiap kopi yang ada di Lombok.

“Kegiatan ini lebih kepada untuk menambah wawasan tentang kopi, sama teman-teman yang lainnya,” tutupnya. (cr-dev)