Koalisi NADI Terima Kemenangan JODA

KOMITMEN: Tim Koalisi Partai JODA dari Gerindra, Sudirsah Sujanto, Artadi dan tim relawan JODA Simparudin dan Anton Sahertian. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Partai Koalisi Pemenangan Najmul Akhyar-Suardi (NADI) menerima kemenangan Djohan Sjamsu-Danny Karter Febriantro Ridawan (JODA) berdasarkan hitung cepat yang dilakukan kedua paslon. Sekarang tinggal menunggu pengumuman resmi dari KPU terkait perolehan suara. “Kalau kami ikhlas menerima kemenangan JODA sesuai quick count itu, tinggal menunggu finalisasi dari KPU,” ujar Tim Partai Koalisi Pemenangan NADI Narsudin kepada Radar Lombok, Kamis (10/12) kemarin.

Politisi PPP ini berkomitmen akan mendukung pemerintahan JODA dengan tetap berada di jalur oposisi supaya bisa mengontrol realisasi visi-misi sesuai yang dijanjikan kepada masyarakat. “Kalau posisi tetap di oposisi namun bersifat membangun pemerintahan,” katanya.

Pihaknya akan mengawal inovasi JODA yang ditawarkan kepada masyarakat untuk direalisasikan. Dan dalam hal ini, visi-misi JODA baru bisa masuk penganggaran pada APBDP 2021, sebab APBD 2021 sudah diketok pada kepemimpinan Najmul Akhyar-Sarifudin. Selanjutnya JODA bisa memaksimalkan penganggaran pada APBD 2022-2024. “Karena itulah, kita akan mengawal supaya bisa terealisasi kepada masyarakat, semoga sesuai inovasi mampu terealisasi sepenuhnya,” terangnya.

Tidak hanya itu, JODA juga akan berpikir bagaimana menangani pemulihan pascagempa 2018 yang sampai saat ini masih berprogres. Begitu juga dengan penanganan covid-19 harus tetap dikawal. “Penanganan pemulihan gempa 2018 dan penanganan corona juga ikut menjadi penanganan pada era JODA,” jelasnya.

Sementara itu, Tim Partai Koalisi Pemenangan JODA Artadi menegaskan, pihaknya akan berupaya dalam jangka waktu dua tahun bisa merealisasikan visi-misi JODA AKBAR, sebab visi misi yang ditawarkan kepada masyarakat sederhana karena sangat bisa dijangkau oleh kemampuan keuangan daerah. “Maka pada tahap awal JODA akan melakukan penataan birokrasi karena birokrasi sebagai ujung tombak untuk menjalankan visi-misi bupati, kepala-kepala dinas ini harus betul-betul bisa kerja maksimal dan serius untuk menjalankan apa yang menjadi visi-misi bupati tersebut,” tegasnya.

Terkait penanganan pascagempa 2018 yang belum tuntas, pihaknya akan mendukung Bupati terpilih untuk aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Setelah dilantik agenda pertama harus ke pusat untuk menanyakan kepastian tentang anggaran untuk masyarakat yang belum menerima rekening atau yang rumahnya belum terbangun. “Insyaallah Bupati terpilih akan tetap intens melakukan komunikasi dengan pusat,” katanya.

Sedangkan penanganan covid-19, pemerintah nantinya akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat supaya tetap menjalankan protokol covid-19 dan tidak ada lagi masyarakat KLU yang positif covid-19, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Termasuk juga memaksimalkan tenaga kesehatan yang ada di RSUD, dan dinas kesehatan,” terangnya. (flo)