KLU-IPB Teken MoU Bidang Perternakan

Tandatangan : Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar dengan Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc didampingi Kepala DPPKKP Hermato dan Kepala Bappeda Nanang Matalata beserta civitas akademika (Hery Mahardika/Radar Lombok)

TANJUNG-Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bidang peternakan, pertanian, dan perkebunan dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Herry Suhardiyanto di rektorat IPB Kota Bogor Provinsi Jawa Barat, Senin (21/11).

Najmul didampingi Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan Kelautan Peternakan (DPPKKP) Hermanto dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nanang Matalata. Dalam nota kesepahaman diharapkan bisa membangun kerjasama dalam mengembangkan peternakan, pertanian, dan perkebunan di Lombok Utara lima tahun mendatang.

Rombongan Pemda Lombok Utara langsung diterima oleh Rektor IPB bersama jajaran civitas akademika di ruang rapat rektorat. Najmul mengucapkan terima kasih atas penerimaan kedatangannya.  Dia mengaku, Lombok Utara memiliki potensi pertanian, peternakan, dan perkebunan yang mendukung objek wisata di daerahnya.

Pada bidang pertanian, jelasnya, dalam satu kawasan masyarakat di Kecamatan Bayan mampu menyimpan padi di lumbung pangan selama lima tahun berkualitas bagus. Sehingga pada musim paceklik, mereka mampu mengkosumsi berasnya. "Ini menarik untuk diteliti, bagaimana bisa menyimpan beras yang menghasilkan kualitas bagus yang mampu mendorong program ketahanan pangan," katanya.

Kemudian, sektor peternakan ada transaksi ayam bertelur sebesar 23 ribu per hari yang bekerjasama dengan pihak ketiga. Yang mendorong konsumsi hotel di obyek wisata Lombok Utara. Biasanya, selama ini pihak hotel yang kehabisan stok harus mengirim dari luar daerah seperti Bali dan daerah lainnya. "Kita sudah berupaya mendekatkan pengusaha besar dengan para peternak," terangnya.

Selain itu, pada sektor perkebunan ada durian, mangga harum manis, bahkan Lombok Utara dijadikan sebagai lokasi penanaman Kakao ditingkat nasional yang ditunjuk oleh provinsi NTB. Dari sejumlah potensi ini, pihaknya saat ini masih mengalami kekurangan suport pada pasca panen seperti adanya pabrik baik skala besar maupun kecil. "Ini kita mendorong sektor pariwisata di Lombok Utara sebagai penompang pemasukan PAD paling besar," tandasnya.

Ditambahkan, ia juga memperkenalkan sejumlah obyek wisata seperti gili trawangan, gili meno, gili trawangan, air terjun, dan segara anak Gunung Rinjani. "Jika suatu saat ke Lombok, silahkan mampir di daerah kami," harapnya.

Sementara itu, Kepala DPPKKP Lombok Utara Hermanto menjelaskan, melalui kerjasama ini diharapkan IPB bisa mendampingi untuk pengembangan sentra peternakan rakyat (SPR) di Lombok Utara. Yang saat ini direncanakan akan mengusulkan di Kecamatan Gangga sebagai penghasil peternakan. "Akan dimulai dengan membuat kawasan, dan kami sudah menjadikan Kecamatan Gangga sebagai lokasi SPR. Karena, kami melihat potensi kampung ternak seperti sapi itu akan dibina dan ditunjuk manager. Dalam pengembangan SPR ini perlu pendampingan dari Perguruan Tinggi," jelasnya.

Nanti, tim ini akan memberikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tindaklanjut MoU sesuai surat Gubernur ke Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Diharapkan, melalui program ini lebih meningkatkan perekonomian masyarakat. "Kalau sudah disetujui, maka ditindaklanjuti dengan kerjasama lebih teknis," paparnya.

Sementara itu, Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc menyatakan, terkait tandatangan nota kesepahaman dengan pemerintah Lombok Utara sangat bagus dan menerima. Yang penting dalam nota kesepahaman ini patut ditindaklanjuti dengan kerjasama lebih nyata pada pengembangan sektor pertanian secara luas. Pihaknya akan memulai lebih awal dengan  memberikan dalam mengembangkan sekolah peternakan rakyat (SPR) sebagai tempat berkonsolidasi.

Dalam SPR ini diharapkan bisa saling berkonsolidasi untuk meningkatkan hasil peternakan lebih efesien dan prodaknya lebuh bermutu. Misalkan, ada masyarakat yang memiliki lima ekor sapi, dua ekor kambing, dan ternak ayam diharapkan mampu menerapkan teknologi. Untuk memulai nota kesepahaman ini pada tahun anggaran 2017. "Kami juga akan mengajak rekan-rekan Unram. Ini baru pertama kali, insya allah akan terus melanjutkannya," pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid