KLU Diharapkan Punya BPR Sendiri

TANJUNG-Pemprov NTB melalui Biro Administrasi Ekonomi Setda NTB mengharapkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bisa memiliki Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tersendiri, tidak lagi tergabung satu bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dalam Perusahaan Daerah (PD) BPR NTB Lobar.

Terlebih dengan peningkatan geliat ekonomi di KLU yang tentunya membutuhkan lebih banyak akses perbankan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kita harapkan KLU nanti punya BPR sendiri setelah kita menyelesaikan perda peningkatan status PD menjadi PT, yang kini tengah dalam proses dan Insya Allah segera selesai. Ada dua daerah yang belum punya BPR sendiri, yaitu KLU dan Kota Bima,” terang Kepala Biro Administrasi Ekonomi Setda NTB, Manggaukang Raba saat ditemui di Kantor Bupati KLU, Kamis (28/7).

Menurut Manggaukang, peran BPR sendiri terbilang sangat efektif untuk menekan keberadaan rentenir. Selain memang BPR ini sendiri mampu menyentuh masyarakat bawah dan kreditnya pun kebanyakan kredit produktif. “63 persen kredit yang disalurkan BPR itu kredit produktif. Dan kita sendiri (pemprov) mendapatkan deviden (bagi hasil) mencapai Rp 12 miliar setahun,” terangnya.

BACA JUGA :  Gubernur Diminta Patuh Pada Aturan

Kepala Bagian Ekonomi Setda KLU, Agustisna menerangkan, pada PD BPR NTB Lobar, Pemerintah KLU memiliki saham 14 persen, Pemerintah Kabupaten Lobar, 35 persen dan Pemprov NTB 51 persen. Jumlah penyertaan modal yang disetorkan Pemerintah KLU baru Rp 500 juta pada akhir tahun 2012. Namun penyertaan modal Rp 500 juta ini baru bisa masuk ke neraca pada 2014. “KLU sendiri baru dua kali mendapatkan deviden, rata-rata Rp 100 juta setahun, atau total sudah sekitar Rp 200 juta,” terangnya.

Menurutnya, memang perlu Pemerintah KLU memiliki BPR sendiri, dan ke depan itu perlu diwujudkan. Perlu diketahui kata Agustisna, ada dua cabang PD BPR NTB Lobar di KLU, yaitu PD BPR NTB Lobar Cabang Kayangan dan Bayan. PD BPR NTB Lobar Cabang Kayangan sendiri termasuk cabang paling baik di NTB, karena Non Performing Loan (NPL)-nya atau kredit macetnya paling rendah sekitar dua persen. Sementara PD BPR NTB Lobar Cabang Bayan sekitar lima persen, masih tinggi. (zul)