KLU Berbagi dengan Korban Banjir Bima

BERBAGI: Bupati KLU H Najmul Akhyar saat memberikan bantuan kepada korban banjir Bima dan diterima langsung Wali Kota Bima, HM Qurais H Abidin.

TANJUNG – Jajaran pemerintah Kabupaten Lombok Utara berkunjung ke Bima, pada Sabtu (7/1). Kedatangannya untuk meninjau kondisi serta memberikan bantuan bagi para korban pasca adanya bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

Dipimpin langsung oleh Bupati KLU, Najmul Akhyar, kunjungan tersebut tidak hanya melibatkan pejabat dilingkup Pemkab Lombok Utara melainkan juga sejumlah organisasi hingga relawan dari KLU yang ingin membantu korban yang terdampak bencana. “Kedatangan kami ingin menunjukan semangat persaudaraan, tentu masyarakat Bima merupakan saudara kami juga di Lombok Utara,” ujarnya.

Apa yang menimpa masyarakat di Bima seyogyanya dirasakan pula oleh masyarakat di Lombok Utara. Oleh karena itu, tidak hanya dari unsure pemerintah yang menggalang bantuan tetapi sejumlah organisasi hingga mahasiswa KLU pun turut mengumpulkan bantuan.  “Kami di Lombok Utara ikut merasakan beban ini, semua elemen melakukan penggalangan dana untuk membantu masyarakat disini. Apa yang kami hadirkan hari ini nilainya sangat kecil, tetapi kami harap ini bisa meringankan beban masyarakat Bima. Ketahanan masyarakat Bima membuat kami merasa terharu, tentu ini tidak luput dari peran pemerintahnya,” sambungnya.      

[postingan number=3 tag=”bantuan”] 

Sementara itu, Wali Kota Bima, Qurais H. Abidin menjelaskan, kondisi di Bima saat ini sudah berangsur pulih. Ditambah sejumlah bantuan yang masuk baik melalui pemerintah serta donasi masyarakat membuat beban korban yang terkena dampak banjir menjadi ringan. “Tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik, saya ingin sampaikan rasa terimakasih insyallah kita akan salurkan bantuan ini kepada masyarakat,” katanya.

BNPB telah memberikan bantuan hingga Rp 10,2 miliar yang dibagikan rata-rata perumah senilai Rp 500 ribu. Sementara dari Kemensos pun juga demikian, warga diberikan Rp 10 ribu perjiwa hingga 30 hari dan total Rp 3 juta untuk rumah tangga. “Kerugian tercatat kurang lebih Rp 1 Triliun. Ada sekitar 390 ribu rumah terdampak, diantaranya seratus hanyut dan 200 rusak berat. Tetapi proses recovery ini terbilang cepat dari sisi listrik, kesehatan, pertokoan maupun perkantoran sudah mulai kita benahi,” pungkasnya. (agus/humas)