Kisruh Kapal Cepat dan KKB Dimediasi Hari Ini

KAPAL CEPAT: Dinamika di Dermaga Trawangan saat kedatangan kapal cepat, Minggu (19/6). (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Pelaku kapal cepat rute Bali-Gili melaporkan bahwa Minggu (19/6/2022) ada upaya pengadangan di Gili terhadap kapal cepat atau fast boat yang mengangkut wisatawan.

Pengadangan tersebut dilakukan oleh sejumlah Anggota Koperasi Karya Bahari (KKB), fast boat katanya diarahkan ke Pelabuhan Bangsal sebagai pusat bongkar muat. Lalu nanti, KKB yang akan angkut penumpang dengat boat KKB ke tiga Gili. “Ini akan jadi berita dunia Pak, pariwisata Lombok akan hancur apabila terjadi ego seperti ini,” tegas pelaku kapal cepat yang enggan disebutkan nama ini.

Sementara itu, Ketua KKB Sabarudin membantah telah dilakukan pengadangan. Ditegaskannya, fast boat tetap boleh turunkan penumpang di Gili. “Tdk bener kita cuman mau angkut penumpang yg sdh ada di gili untuk ke bangsa setelah di bangsal terserah mau ke mana. Fast boat boleh turunkan penumpang. Dan masalah kapal kami tdk boleh tahan karna itu wewenang sahbandar,” tegas Sabarudin melalui konfirmasi WA.

BACA JUGA :  Wisatawan Tak Bisa Lagi Langsung dari Bali ke Gili Menggunakan Kapal Cepat

Adapun Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Bangsal, Heru Supriadi mengaku kaget dengan adanya tindakan KKB ini. “Katanya dulu ada kesepakatan. Bagaimana kesepakatannya saya tidak tahu. Kesepakatan itu kan sudah berakhir dan mau diadakan lagi,” ujarnya.

Heru mengaku menyesalkan adanya pengadangan itu. Mestinya jika memang belum ada kesepakatan, tidak perlu ada kesan pemaksaan. “KKB ini kan bukan regulator, bukan petugas. Kapasitas apa mereka untuk melarang,” sesalnya.

Adanya dermaga di Gili itu tujuannya untuk mempermudah wisatawan yang berkunjung. Dengan begitu maka kapal tentu bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. “Nah sekarang sudah dipermudah kenapa harus dipersulit,” jelasnya.

BACA JUGA :  Heboh Isu Kapal Cepat dari Bali Diadang di Gili, Ini Klarifikasi Koperasi Karya Bahari

Dengan adanya kejadian ini kata Heru dapat berdampak negatif bagi pariwisata KLU. Untuk itu pihaknya berharap ada pertemuan para pihak untuk mencari kesepakatan. “Besok (hari ini) ada pertemuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan KLU M Wahyu Darmawan yang dikonfirmasi terkait kejadian ini belum bersedia berkomentar panjang. “Besok kami rapat dengan Sahbandar dan Kapolres,” ucapnya singkat.

Begitu juga dengan Humas Polres KLU Made Wiryawan juga belum bersedia memberikan komentar panjang. “Sehubungan dengan penumpang yang mau ke Bali harus ke Bangsal dulu, besok akan dimediasi di pemda antara pengusaha dan Koperasi Karya Bahari,” ujarnya. (der)