Kisah Zohri, Tukang Sol Sepatu Kuda di Mataram

Dari Ditendang hingga Dikencingi Kuda

Kisah Zohri, Tukang Sol Sepatu Kuda di Mataram
KERJA : Zohri, si tukang sol sepatu kuda saat bekerja di Pasar ACC Ampenan kemarin. (Sudirman/Radar Lombok)

Menjadi tukang sol sepatu kuda punya suka dan dukanya. Pekerjaan ini dilakoni oleh Zohri warga Lingkungan Geguntur Kelurahan Jempong Baru.


SUDIRMAN-MATARAM


Zohri dan kuda akrab setiap hari. Setiap hari ia mangkal di Pasar ACC Ampenan di Jalan Saleh Sungkar. Bermodal perkakas, ia mengganti tapal kuda cidomo yang biasa mangkal di pasar ini.

Ia adalah tukang sol sepatu kuda yang pemberani. Beberapa kali ia mengalami kecelakaan saat mengganti sepatu kuda. Ketika memasang harus ekstra hati-hati. Bagi yang pemula, biasanya kuda akan mengamuk. Bahkan salah satu resikonya adalah ditendang kuda. “ Itu sudah kalau ada yang belum jinak. Kadang ditendang sampai dikencingin,” katanya kepada  Radar Lombok  Jumat kemarin (19/1).

BACA JUGA :  Dulu Penjual Tahu, Kini Putra NTB Ini Berprestasi di Tingkat Nasional

Ia melakoni pekerjaan ini sejak 1999. Ini adalah pekerjaan turun-temurun dari orang tuanya. Meski pendapatannya kecil, namun ia tetap bersemangat. Ia tetap eksis dan bertekad memberikan pelayanan terbaik.

Ia mengakui pekerjaan ini sudah mulai jarang peminatnya seiring perkembangan zaman dimana moda transportasi semakin canggih. Cidomo semakin terdesak. Kondisi berbeda pada tahun 90-an sebelum kendaraan bermotor berkembang pesat.

Dikatakan Zohri, satu kuda beragam bayarannya tergantung jenis yang  dipakai. Kalau berbahan karet lebih murah, satu kaki dibayar Rp 4 ribu. Sedangkan untuk bahan besi Rp 25 ribu satu pasang. “Tarif ya murah, resikonya besar. Makanya kita harus pandai menjinakkan kuda sebelum memasang,” ucapnya.

Untuk menjinakkan kuda ada doa-doanya. “Sebelumnya saya belajar dari keluarga. Sudah turun temurun, tidak asal-asalan. Kalau awal-awal memang resikonya tinggi. Saya ketika masang pertama sampai pingsan bahkan dibawa ke rumah sakit karena ditendang kuda,” tuturnya.

Ia dikenal lama mangkal di Pasar ACC. Ia juga dikenal tidak mematok harga. Ia tentu melihat kondisi pendapatan kalangan kusir cidomo. Bahkan ada kusir yang biasa berhutang, namun tetap dilayani.

BACA JUGA :  Mengenal Pengusaha Muda Di Kota Mataram (Bagian 1)

Pekerjaan ini tetap memberikan kebahagiaan baginya. Salah satunya sahabatnya terus bertambah. Bahkan dari hasilnya, bisa membiayai anaknya sekolah sampai tingkat perguruan tinggi. “Saya selama ini hidup dari sol sepatu. Tidak ada lagi, tapi bisa lah menambung. Untuk anak saja sudah ada satu yang jadi sarjana. Bahkan sudah kerja di salah satu perusahaan,” ungkapnya.

Zohri dikenal penyabar, bahkan di kalangan kusir cidomo ia dikenal sebagai orang baik. Hal itu diakui salah satu kusir cidomo, Rosidi.” Selama ini hanya satu tukang sol sepatu yang dikenal akrab. Sudah langganan di dia,” katanya.(*)