Kisah Kades Mareje Induk Raih Penghargaan Kapolda NTB

Kisah Kades Mareje Induk Raih Penghargaan Kapolda NTB
PENGHARGAAN : Kapolda NTB Brigjen Pol Firli saat memberikan penghargaan kepada Kades Mareje Induk Nurudin di sela-sela acara silaturahmi dan dialog kebangsaan Kapolda NTB dan Pimpinan Daerah, Parpol, Toga dan Toma di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Selasa (2/5). (ZUL/RADARLOMBOK)

Hari tidak biasa dialami Kepala Desa (Kades) Mareje Induk Nurudin, Selasa (2/5) kemarin. Kades dari Kecamatan Lembar Lombok Barat ini menerima penghargaan dari Kapolda NTB Brigjen Pol Firli saat acara silaturahmi di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar.


ZULKIFLI-GIRI MENANG


Dalam penghargaan yang ditandatangani langsung jenderal bintang satu tersebut, tertulis Nurudin telah membantu tugas-tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), menjaga kelestarian hutan dan pembinaan Pam Swakarsa di desanya. Penghargaan ini merupakan Keputusan Kapolda NTB Nomor : Kep/203/IV/2017 pada 28 April 2017.

Nurudin sendiri tampak senyum sumringah mendapatkan penghargaan ini. Dengan sangat bangga, pria 46 tahun ini menjabat tangan Kapolda, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Dandim 1606 Lobar Letkol Inf Ardiansyah dan Kapolres Lobar AKBP I Wayan Jiartana, yang waktu itu memberikan selamat atas kiprahnya.

Diceritakannya kepada Radar Lombok, Pam Swakarsa Mareje Bersatu didirikannya pada 2015, beberapa saat setelah dirinya menjabat Kepala Desa Mareje Induk. Bahkan pada awalnya, dirinya lah yang mengeluarkan uang pribadi untuk membeli kaos seragam. Niatan untuk mendirikan Pam Swakarsa ini semata-mata untuk membentuk kesadaran Warga Desa Mareje Induk dalam mewujudkan Kamtibmas. Selain juga meningkatkan kamtibmas itu sendiri.

Di Desa Mareje Induk lanjutnya, warga ada yang memeluk agama Islam (Sekitar 2.000 KK) dan Budha (Sekitar 500 KK). Berkat keberadaan Pam Swakarsa ini, persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, tetap terjaga. Karena Pam Swakarsa yang beranggotakan warga desa itu sendiri, tidak hanya bertugas menjaga kamtibmas, melainkan juga bergotong-royong dalam kegiatan sosial. “Terjalin kebersamaan, sehingga kamtibmas di antara warga terjaga,” jelasnya.

Desa Mareja Induk yang berbatasan langsung dengan Lombok Tengah ini terdapat hutan produksi. Namun dengan keberadaan Pam Swakarsa yang dibina langsung TNI/Polri ini, hutanpun terjaga.

Pam Swakarsa ini memiliki 10 ketua unit di 10 Dusun. Sebagai ketua unit yakni Kepala Dusun. Kemudian untuk lebih mengkoordinir lagi ada ranting di masing-masing unit. Untuk berkomunikasi antar unit dan ranting, Pam Swakarsa memiliki HT. Pada awalnya hanya beberapa dengan didanai dari desa. Namun seiring antusiasme anggota atau warga, kini sudah ada ratusan HT yang dibeli secara swadaya. “Yang melatih menggunakan HT ini saya sendiri, kemudian TNI/Polri juga,” ungkap pria yang pernah bergabung di Pam Swakarsa Asmara Jaya Lombok Tengah ini.

Kemudian ditambahkannya, saat tugas di lapangan sendiri, Pam Swakarsa Mareje Bersatu tetap mengedepankan proses hukum. Artinya ketika ada maling yang tertangkap, tidak dihakimi melainkan langsung dikoordinasikan dengan aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti. “Jadi dengan keberadaan Pam Swakarsa ini, Kamtibmas di desa kami sangat terjaga,” tandasnya.(*)