Kiprah Abubakar Abdullah Memajukan Pariwisata di Gili Gede

Gili Gede salah satu pulau kecil di wilayah Kabupaten Lombok Barat bagian selatan, kini mulai populer di industri pariwisata Indonesia bahkan mancanegara.  Gili Gede semakin populer tak terlepas dari peran aktif seorang anak nelayan yang bernama Abu Bakar.

 


LUKMANUL HAKIM – LOMBOK BARAT


 

 

Terlahir dari keluarga besar yang hidup sebagai nelayan di Gili Gede, membuat Abubakar Abdullah berjuang untuk membangun dan memajukan daerah kelahirannya tersebut. Mulai dari berjuang bagaimana masyarakat di Gili Gede bisa hidup lebih baik melalui pengembangan sektor pariwisata. 

 

Pariwisata menjadi satu-satunya harapan, Abubakar untuk dikembangkan di Gili Gede. Pasalnya pulau dengan luas sekitar 500 hektar  ini hingga saat ini hanya bergantung dari pendapatan sebagai nelayan. Pendapatannya tidak menentu. Jadi, kehidupan 3 ribu penduduk setempat sulit untuk berubah menjadi lebih baik. Apalagi

hingga saat ini aliran listrik PLN dan juga air bersih PDAM belum menyentuh pulau ini.  Padahal, jarak antara  daratan dan Gili Gede hanya membutuhkan waktu 5 hingga 10 menit untuk menyeberang menggunakan perahu mesin.

Abubakar sejak duduk di bangku SMA sudah mulai memberi perhatian bagaimana caranya menghidupkan pariwisata di Gili Gede. Dengan keindahan alam yang begitu eksotik, didukung masyarakat yang ramah, menjadi  nilai lebih Gili Gede dikembangkan jadi pariwisata. Berbagai tantangan dan hambatan dilalaluinya dalam membangun pariwisata di Gili Gede.

Bermodal keinginan  kuat,berbagai cara dilalui untuk  melambungkan nama Gili Gede menjadi salah  satu destinasi pilihan wisatawan untuk  berkunjung baik itu turis mancanegara  maupun domestik. Dia tidak segan-segan mempromosikan Gili Gede kepada wisatawan yang ditemuinya di berbagai tempat.   Alhasil,  perlahan tapi pasti nama Gili Gede mulai  dikenal wisatawan mancanegara.

Sejak lima  tahun belakangan, dengan bantuan sahabat  karibnya yakni Raymond La Fonte dan masyarakat setempat, Abubakar  mulai membangun  pariwisata Gili Gede meski tertatih dengan  banyak persoalan dan hambatan yang dilalui  baik dari pemerintah daerah hingga dipersulit  oleh oknum di berbagai instansi.

Perjuangan Abubakar akhirnya berbuah manis, dengan adanya kunjungan klub kapal yacht dari berbagai negara di Eropa, Amerika dan Asia. Di akhir tahun 2015, sebanyak 14 kapal yacht singgah lebih dari seminggu di Gili  Gede. Sebanyak 14 kapal yacht itu membawa  serta 40 orang penumpang  yang merupakan keluarga   para pelaut untuk berwisata keliling dunia.

Kunjungan klub kapal yacht yang tergabung dalam grup ARC World Cruising ini kembali singgah di Gili Gede lebih dari seminggu. Selama singgah di Gili Gede, tidak hanya diam begitu saja di dalam kapal. Mereka berkunjung ke berbagai obyek wisata di Lombok. Tak hanya  itu, mereka juga menggunakan jasa masyarakat setempat Gili Gede untuk mencuci pakaian serta membeli kebutuhan hidup berupa makanan, dan lainnya termasuk kebutuhan bahan bakar.

Menurut Abubakar, Gili Gede sudah menjadi tempat kunjungan tetap setiap tahunnya bagi klub kapal yacht ARC World Cruising satu-satunya di Indonesia. Klub kapal yacht  itu yang berasal dari 16  negara di dunia, baik Eropa, Amerika Latin hingga Asia. Gli Gede dimasukkan   dalam peta kunjungan klub  yang berkedudukan di Peranci untuk disinggahi di Indonesia. “Selama di Gili Gede, para penumpang kapal yacht ini tidak hanya berwisata dan berbelanja, tapi mereka juga mentransfer ilmu melaut kepada nelayan, tentang bagaimana teknologi penangkapan ikan yang aman dan baik,” terang  pria kelahiran dusun Tanjungan, Gili Gede, 1 Juni 1979 itu  didampingi  Raymond yang juga sebagai Presiden Direktur PT. Marina Del Rey yang akan membangun Marina di Gili Gede.

Kehadiran kapal-kapal yacht, secara tidak langsung  menjadi corong promosi  pariwisata Lombok dan NTB pada umumnya di dunia internasional. Abu Bakar berharap  adanya perhatian dari pemerintah daerah baik itu Kabupaten Lombok Barat dan juga Pemprov NTB untuk memberi perhatian serius terhadap pengembangan pariwisata di wilayah selatan Lombok Barat tersebut. Salah satunya dengan  membangun aliran jaringan listrik, PDAM dan fasilitas pendukung lainnya bagi kehidupan masyarakat Gili Gede. “Kami sangat berharap perhatian pemerintah  daerah memajukan pariwisata di Gili Gede. Terlebih lagi, dalam waktu dekat pembangunan Marina Del Rey segera dimulai seiring dengan keluarnya izin inti dari Kemenhub RI,” harapnya.(*)