Kinerja Tahun 2021, Bank NTB Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 139 Miliar

Infrastruktur IT Terbaik Bank NTB Syariah Mampu Dongrak Laba Bersih

Bank NTB Syariah
MEMBERI KETERANGAN : Dirut Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo bersama Komisaris Independen Bank NTB Syariah Hj Putu Selly Andayani, Direktur Pembiayaan Usman dan Direktur Dan dan Jasa Nurul Hadi.

MATARAM –  Bank NTB Syariah kembali mencatat kinerja gemilang pada tahun buku 2021. Berbagai indikator usaha perbankan tumbuh meyakinkan di tahun 2021 bank pembangunan daerah (BPD) atau Bank NTB Syariah di bawah nakhoda H Kukuh Rahardjo.  

Mulai dari aset, penyaluran pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), pencapaian laba bersih dan lainnya yang tumbuh positif hingga mampu menekan rasio kredit bermasalah atau non performing financing (NPF). Bahkan, menariknya lagi,   pendapatan perbankan diluar pembiayaan yang bersumber dari layanan elektronik channel (e-channel) tumbuh luar biasa selama tahun 2021. Menariknya lagi pendapatan Bank NTB Syariah hanya dari layanan e-channel, fee based income yang diperoleh tembus di angka Rp 20 miliar. Pendapatan diluar pembiayaan hanya dari layanan e-channel saja, Bank NTB Syariah bisa digunakan untuk membayar gaji seluruh karyawan selama 4 bulan hingga 5 bulan.

“Alhamdulillah, pendapatan yang bersumber dari fee based income e-channel selama tahun 2021 tembus Rp 20 miliar. Ini menunjukkan dampak positif dari perbaikan infrastruktur jaringan elektronik yang dimiliki Bank NTB Syariah,” kata Kukuh Rahardjo di dampingi Komisaris Independen Bank NTB Syariah Hj Putu Selly Andayani, Direktur Pembiayaan Usman dan Direktur Dana dan Jasa Nurul Hadi, Selasa (25/1).

Dijelaskan Kukuh, pendapatan diluar pembiayaan atau fee based income Bank NTB Syariah selama tahun 2022 bersumber dari transaksi e-channel, seperti transaksi nasabah di mesin ATM, mobile banking, mesin EDC, CMS Corporate, SMS Banking dan Laku Pandai. Di tahun 2021, pendapatan yang bersumber dari e-Channel tembus Rp 20miliar.

Kenaikan pendapatan fee based income yang luar biasa didapatkan Bank NTB Syariah melalui transaksi e-Channel ini dampak dari kesiapan infrastuktur jaringan disiapkan selama tiga tahun belakangan ini. Terlebih lagi, infrastruktur mobile banking yang dimiliki Bank NTB Syariah sekarang ini, yang terbaik dan digunakan sejumlah Bank Umum Nasional. Kelengkapan fitur, serta keamanan yang luar biasa terjamin, membuat nasabah dan masyarakat umum menjadi lebih nyaman bertransaksi menggunakan e-channel yang dimiliki Bank NTB Syariah.

Menariknya lagi, transaksi yang menggunakan ATM Bank NTB Syariah dari nasabah bank lain tembus diangka 655.927 frekuensi transaksi periode Desember 2021. Begitu juga dengan transaksi menggunakan mobile banking juga mengalami peningkatan dan beberapa e-channel yang dimiliki Bank NTB Syariah dengan nilai total pendapatan fee based income tembus di angka Rp 20 miliar.

BACA JUGA :  Bank NTB Syariah Sabet Dua Penghargaan Top Digital Awards 2021

Kukuh menyebut, jika seluruh ASN di NTB kembali menggunakan layanan Bank NTB Syariah, maka potensi yang didapatkan bank daerah ini dari fee based income layanan e-channel bisa tembus di angka Rp 50 miliar pertahun. Sekarang ini, masih baru di angka 40 persen jumlah ASN di NTB yang menggunakan layanan Bank NTB Syariah.

“Sebenarnya Bank NTB Syariah dari fee based income saja bisa bayar gaji karyawan 10 bulan, apabila masyarakat NTB kembali menggunakan Bank NTB Syariah. Karena  begitu besar pendapatan dari e -channel ini. Yang kami lakukan itu, meski nilai transaksi kecil, tapi yang dikejar itu volume masyarakat yang terlayani lebih besar,” kata Kukuh.

Berdasarkan catatan Bank NTB Syariah, kinerja tahun buku 2021 mampu meraup laba bersih di angka Rp 139,9 miliar atau naik 7,49 persen dibandingkan dengan tahun dari kinerja tahun 2020 lalu sebesar Rp 130,166 miliar atau tercapai 114,72 persen di tahun buku 2021. Begitu juga dengan sejumlah indikator penilaian lainnya, seperti aset, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), pembiayaan, tumbuh di atas rata-rata nasional.

Mengenai perbandingan pendapatan laba bersih pada tahun 2015 sebelum konversi dengan laba bersih pada kinerja tahun buku 2021 yang diinilai terjadi penurunan, Kukuh menjelaskan, jika pada tahun 2015 ketika itu semua PNS menggunakan pembiayaan di Bank NTB dengan menerapkan bunga tinggi di angka 17 hingga 18 persen. Sehingga dengan pemberian bunga di angka 17 – 18 persen membuat pendapatan laba lebih tinggi. Menurut Kukuh, berbeda dengan kondisi sekarang ini, lebih banyak ASN yang mengambil pembiayaan di bank lain atau ASN yang mengajukan pembiayaan di Bank NTB Syariah lebih sedikit sekarang ini dibanding posisi tahun 2015 silam.

Selain itu, bunga atau margin yang diterapkan posisi sekarang ini lebih rendah dari tahun 2015. Di mana jika bank umum nasional memberikan bunga di angka 12 hingga 13 persen, Bank NTB Syariah justru memberikan lebih murah, yakni di angka 11,45 persen. Dengan demikian, penerapan margin yang lebih murah kepada nasabah sudah barang tentu akan berdampak pada keuntungan atau laba bank yang didapatkan lebih rendah. Terlebih lagi, pemerintah daerah selaku pemegang saham menginginkan Bank NTB Syariah memperbanyak pembiayaan kepada sektor UMKM dengan margin atau bunga murah dan ini telah dilaksanakan direksi dalam memberikan pembiayaan kepada masyarakat NTB.

BACA JUGA :  Gubernur Pilih Hj Selly Jadi Komisaris Bank NTB Syariah

“Sekarang ini posisinya persaingan lebih kompetitif dengan bank umum lainnya. Jadi kalau margin 18 persen masih kta terapkan, PNS dan nasabah lain itu bisa meninggalkan Bank NTB Syariah. Makanya, margin yang kita berikan sekarang itu lebih murah dari bank umum lainnya, sehingga tentunya akan berdampak pada laba yang didapatkan,” jelas Kukuh.

Oleh karena itu, sambung Kukuh, Bank NTB Syariah akan terus memperbaiki layanan dan menambah layanan e-channel serta mengajak agar semua ASN di NTB kembali menggunakan layanan bank pembangunan daerah (BPD) NTB Syariah. Baik itu, pembiayaan, menabung dan juga bertransaksi menggunakan layanan e-Channel yang dimiliki Bank NTB Syariah.

“Kami berharap ASN di NTB bisa kembali ke bank daerah. Karena bank daerah sekarang ini sudah memiliki layanan yang sama mudahnya seperti bank umum nasional. Bahkan, hanya Bank NTB Syariah yang memiliki layanan terbanyak hingga pedesaan di NTB untuk memudahkan masyarakat bertransaksi,” katanya.

Sementara itu, Komisaris Independen  Bank NTB Syariah Hj Putu Selly Andayani memuji kinerja direksi Bank NTB Syariah dalam periode 2021 dengan mampu membukukan laba bersih meningkat dari tahun sebelumnya. Bahkan, kualitas layanan dan SDM hingga infrastruktur jaringan teknologi informasi (IT) yang dimiliki Bank NTB Syariah sudah sangat luar biasa dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat NTB.

“Meski dalam pasa masa pandemi, Bank NTB Syariah memiki kinerja yang luar biasa. Semua ini tentu hasil kerja keras dan kinerja luar basa keluarga besar Bank NTB Syariah,” ucap Selly.

Selly juga mengajak seluruh ASN di NTB kembali menggunakan layanan Bank NTB Syariah sebagai bank daerah. Karena keuntungan memanfaatka layanan Bank NTB Syariah, pastinya keuntungan didapatkan kembali untuk membangun daerah. Selain itu, kualitas layanan, margin pembiayaan yang kompetitif, serta layanan jaringan e-channel sudah sama dengan bank umum nasional.

“Kualitas layanan Bank NTB Syariah sudah luar biasa. Semua layanan sudah tidak kalah dengan bank umum nasional. Mulai dari ATM, mobile banking dan lainnya, bahkan lebih baik dari bank umum nasional,” ucapnya. (luk)