Kinerja Kapolres Diuji Melalui Assesment

ASSESMENT: Pelaksanaan assesment tahap dua yang dilakukan di Polres Lotim, dilakukan sebagai bagian untuk mengkur kinerja Kapolres (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Institusi Polri kembali melakukan assesment tahap dua. Assesmen itu  juga dilakukan di Polres Lombok Timur (Lotim), yang dilakukan sebagai bagian untuk mengukur sejauah mana kinerja pimpinan tertinggi di jajaran Polres tersebut, dalam hal ini Kapolres itu sendiri.

Pelaksanaan Assesment tahap dua di Polres Lotim berlangsung di gedung Dharma Wanita, Selasa (11/10).  Para peserta melibatkan berbagai element terkait, mulai dari anggota Polres setempat, SKPD, tokoh masyarakat dan sejumlah unsur lainnya.

“Ini bagian dari program untuk peningkatakan kinerja personil Polri, khususnya mereka yang ditempatkan di jabatan-jabatan yang strategis di Polri,” ungkap Kombes Pol Bambang Hasto Broto, Kepala bagian penilaian kompetensi Mabes Polri yang juga ketua Tim Assesment.

Hasil yang didapatkan dari assesment ini selanjutnya akan di evaluasi kembali berdasarkan nilai dan skor yang diproleh. Nanti itu akan dibandingkan dengan sejumlah kompetensi yang diukur sebelum yang bersangkutan menjabat sebagai Kapolres. “Nanti itu akan disesuaikan,” lanjutnya.

Jika ditemukan adanya sejumlah kompetensi yang belum dipenuhi Kapolres, maka itu akan disikapi dengan cara memberikan motivasi dan support agar nantinya kompetensi itu bisa dicapai. Apa yang harus lebih ditingkatkan maupun keluhan masyarakat, itu semua akan disampaikan ke Kapolres tersebut. “Selain itu mereka juga akan kita berikan reward, jika kinerja lebih baik dari Kapolres sebelumnya,” terangnya.

Semua hasil assesment ini akan dijadikan data, kemudian dimasukkan ke sistem infomasi Personil Polri. Jika nantinya Kapolres yang bersangkutan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi, maka data tersebut akan dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana kinerja yang bersangkutan. “Semua itu tertulis di sistem kita. Sehingga kita memilih orang tersebut tidak hanya dari riwayat hidup, tapi juga akan dilihat dari kinerjanya,” lanjutnya.

Dengan proses seperti ini lanjutnya, diyakini kinerja Polri akan semakin baik.  Dengan ini maka semua kesatuan Kapolres yang menjabat di satuan wilayah, mereka nantinya tidak akan berbuat di luar perintah dari pimpinannya. “Sehingga semuanya sesuai dengan perencanaan yang sudah kita terapkan,” terang Bambang.

Pelaksanaan assesment itu sendiri sudah dilakukan berulang kali, bahkan sudah dilakukan selama empat tahun. Sejak dibentuk, kegiatan ini tetap terus berlanjut. Dengan kinerja yang baik melalui assement ini nantinya itu akan bisa dijadikan contoh oleh pejabat yang baru. “Ini sebagai pertimbangan untuk memberikan reward dan juga sebagai bagian untuk menunjang karir pejabat tersebut,” tutup Bambang. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid