Kikis Citra Negatif, Hotel Melati Bentuk PHM

HOTEL-MELATI
TERBENTUK: Resah disebut sebagai sarang maksiat, para pengusaha hotel melati membentuk Persatuan Hotel Melati (PHM) di Kota Mataram sebagai wadah berhimpun. (Ali/Radar Lombok)

MATARAM — Citra negatif seolah melekat dengan keberadaan hotel melati. Tak ingin imej buruk itu terus disandang, para pengusaha hotel melati di Kota Mataram mendirikan Perhimpinan Hotel Melati (PHM).

Sabtu (29/6) lalu, kepengurusan PHM ini resmi terbentuk. Para anggota yang ada dalam perhimpunan ini menunjuk I Gede wenten, I Nengah Sangka dan Koman Wijana masing-masing sebagai ketua, sekretaris dan bendahara.

“Hotel melati selama ini dicap sebagai sarang maksiat dan tempat mesum. Kami juga kerap menjadi sasaran razia petugas keamanan dalam operasi penyakit masyarakat (pekat),” buka Wenten.

Perlakuan dan stigma yang dianggap tak adil itu, para pemilik hotel melati disebutnya selalu taat membayar pajak. Dalam hal perizinan, dipastikan semua hotel melati di Kota Mataram juga sudah tidak ada masalah.

Karena itu, Wenten mengaku heran dengan perlakuan yang diterima hotel melati. Ia mengaku tak habis pikir jika selama ini hotel melati selalu menjadi obyek razia petugas.

Andai perlakuan diskriminatif ini terus ditujukan kepada hotel melati, bebernya, bukan tidak mungkin para pemilik hotel akan bangkrut. Selain itu, cap sebagai sarang maksiat disebutnya sebagai upaya pembunuhan karakter terhadap hotel melati.

“Kalau hotel kita sepi, tidak ada tamu kita bisa bangkrut, kalau modalnya dari bank kita bisa failed,” keluhanya.

Perlakuan tidak baik diterima para pelaku usaha hotel melati ini disebutnya bukan tidak mungkin berdampak serius. Terlebih di dalam manejemen hotel masih ada para karyawan yang membutuhkan pekerjaan. Rata-rata hotel melati memiliki tenaga kerja dari 5 sampai 10 orang. Sementara  jumlah hotel melati di Kota Mataram hampir 100 lebih.

Para karyawan tersebut, jelasnya, digaji sesuai dengan UMK Kota Mataram. Andai manajemen hotel bangkrut, para karyawan dipastikan akan menambah banyak pengangguran di Kota Mataram.

Lewat kepengurusan PHM terbentuk, terangnya, pihaknya merencanakan bertemu dan audiensi dengan Wali Kota Mataram. Ia berharap kehadiran mereka diterima pimpinan kepala daerah.

Wenten menjelaskan, PHM dibentuk sebagai upaya agar hotel melati bisa ikut dan berperan aktif dalam peningkatan pembangunan ekonomi di Kota Mataram. Partisipasi yang diharapkan terutama di sektor pariwisata dan perhotelan.

Tak hanya itu, keberadaan hotel melati disebutnya sebagai usaha membuka lapangan kerja. Kedepan, perekonomian di Kota Mataram diharapkan akan semakin tumbuh menuju tren psoitif.

Wenten juga sangat berharap hotel melati dilibatkan dalam setiap kegiatan-kegiatan penting yang digelar di Kota Mataram. Mengingat selama ini hotel melati tidak pernah dilibatkan dan tidak pernah mendapat jatah tamu.

Didirikannya PHM, tegasnya, bukan bermaksud bersaing dengan asosiasi-asosiasi hotel yang lain. Sebaliknya, PHM dihajatkan demi usaha bersama membangun Kota Mataram dan Provinsi NTB.

“Setidaknya visi kita agar tercipta masyarakat sejahtera dan mandiri, untuk bisa mandiri maka sektor pariwisata ini harus dikembangkan bersama. Jangan kami dari hotel kecil dianggap tidak berperan aktif,” cetusnya.

Ia berharap, Pemkot Mataram bisa menerima niat baik para pengurus PHM. Terutama niat baik mereka memajukan Kota Mataram agar semakin maju, religius mandiri dan. (gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid