Kibarkan Semangat Kemerdekaan di Tengah Pandemi

KHIDMAT: Pengibaran bendera merah putih pada peringatan HUT RI ke-76 di pantai Kecinan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ragam cara dilakukan elemen masyarakat Indonesia untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-76. Meski demikian, intinya semuanya dilakukan dengan tetap mematuhi standar protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19.

Namun, aksi berbeda dilakukan Pokdarwis Kecinan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Bersama pemerintahan desa setempat, jajaran kepolisian dan Penyelam Profesional Pulau Lombok Sumbawa (P3LS), dan BPPD NTB, mereka mengibarkan bendera merah putih di dalam laut.

Kapolsek Pemenang, AKP Evi Febriani menyampaikan, pengibaran bendera merah putih di bawah air ini dilakukan oleh P3LS. Acara ini digagas Pokdarwis Pantai Kecinan dan P3LS bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, berlangsung khidmat. Para peserta berdiri di pinggir pantai membawa bendera merah putih panjang ke laut. Kemudian peserta masuk ke laut melintas membawa bendera merah putih panjang di atas kamera. Pengibaran bendera dilakukan dengan adegan berlutut dan komposisi bendera merah putih panjang ada tali ke atas. “Dalam rangkaian pengibaran diiringi adegan penyelam yang melintas-lintas di depan kamera sambil membawa bendera dengan ukuran standar serta logshot terumbu karang dengan frame manusia dan terakhir para siswa siswi sekolah dasar memakai masker warna merah putih,” terangnya.

Evi memastikan, upacara pengibaran bendera merah putih di bawah air tersebut mendapatkan pengamanan dari Personil Polsek Pemenang dan situasi tetap dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyatukan tekad dan suara yaitu Indonesia dan selalu mendukung program pemerintah. “Mari kita dukung program pemerintah untuk melaksanakan vaksin baik tahap pertama dan kedua sehingga dengan dilaksanakan program tersebut maka akan mengembalikan perekonomian masyarakat khususnya di Lombok Utara seperti sedia kala,” ajaknya.

Upacara HUT RI ke-76 dilakukan Pemkot Mataram dengan keterbatasan. Kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor Wali Kota Mataram dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Upacara dihadiri oleh anggota Forkompimda dan pejabat teras Kota Mataram.

Kendati demikian, Wali Kota Mataram, H Mohan Rolisakan mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan. Sebagai semangat untuk melawan dan memerangi Covid-19 yang belum usai. ‘’Kita harus mampu melebur dengan semangat yang sama. Menggalang kebersamaan untuk berperang melawan pandemi Covid-19. Kita perlu mengingat di dunia ini tidak ada yang abadi. Pandemi seburuk apapun keadaannya pasti akan berlalu. Tatanan dunia akan terhampar di depan mata. Untuk itulah kita perlu menebar optimisme dan bergandengan tangan menghadapi wabah ini,’’ ujar Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana membacakan sambutan Gubernur NTB di upacara peringatan HUT RI ke-76, kemarin (17/8).

Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih belum berakhir, kini kemerdekaan kembali diuji. Tetapi bukan perang dengan mengangkat senjata. Karena yang dilawan saat ini adalah musuh tak terlihat. Yakni melawan Covid-19.  Merupakan virus yang telah membawa dampak terhadap semua lini kehidupan. Dimulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan dan sebagainya.

Wabah tersebut juga mengharuskan warga masyarakat terus beradaptasi dan berinovasi. Sehingga para pakar menemukan vaksin dan pelaksanaan protokol kesehatan yang merupakan solusi mujarab untuk melawan wabah pandemi. ‘’Meski demikian hadirnya ancaman baru berupa varian-varian virus Corona harus menjadi alarm bagi kita. Untuk lebih berhati-hati dan mawas diri sembari tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang berlaku demi keselamatan kita bersama,’’ ungkapnya.

BACA JUGA :  Pendaftar CPNS Pemprov NTB Capai 8.362 Orang

Mohan melanjutkan, Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat karena jasa para pahlawan. Karena itu, sangat pantas untuk berterima kasih dan mencontoh semangat juang para pahlawan. ‘’Tapi kita tetap bersyukur dalam kurun waktu satu tahun lebih menghadapi pandemi Covid-19. Negara masih menunjukkan ketahanan. Baik secara ekonomi maupun sosial,’’ jelasnya.

Prestasi dan capaian di tengah pandemi memberikan pesan. Kendati hidup sedang sulit. Tapi tidak menjadi alasan untuk berhenti berjuang. Pemerintah dari tingkat pusat hingga ke daerah sudah melakukan langkah-langkah yang membuat pandemi semakin bersahabat. Sehingga warga masyarakat tidak semakin terpuruk. Pendekatan kesehatan dan ekonomi yang diambil pemerintah dalam kebijakan penanggulangan pandemi. Terbukti mampu membuat warga masyarakat bertahan dan mendorong roda perekonomian berjalan dengan baik. ‘’Tentu kebijakan yang serba darurat tidak bisa memuaskan semua pihak. Namun diperlukan kebesaran hati untuk menuju kepentingan yang lebih besar. Yakni untuk kepentingan bangsa ini. Hal yang sama sudah ditunjukkan pejuang bangsa yang mengesampingkan kepentingan. Sehingga mereka mampu menggalang semangat persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan untuk melawan penjajah,’’ pungkasnya.

Pemkab Lombok Tengah menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI ke-76 secara sederhana. Upacara apel bendera ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat mengingat musim pandemi Covid-19. Semua ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang masih terjadi.

Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri yang bertindak selaku inspektur upacara dalam kesempatan itu mengajak semua yang hadir untuk memaknai HUT kemerdekaan sebagai wujud rasa syukur dan bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi. “Berkat perjuangan para pahlawan yang tidak ternilai harganya, kita dapat menghirup udara kebebasan, menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat, lepas dari belenggu penjajahan. Maka, sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada para pahlawan yang telah mengantar bangsa Indonesia pada pintu gerbang kemerdekaannya,” ucap Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, Selasa (17/8).

Saat ini, kondisi daerah masih dihadapkan pada bencana nonalam pandemi Covid-19. Satu tahun lebih sudah wabah ini melanda dunia. Kini, kemerdekaan  Indonesa kembali diuji. Bukan perang dengan mengangkat senjata seperti yang para pahlawan lakukan tempo dulu. Tapi, yang dilawan saat ini adalah musuh yang tak terlihat, yaitu Covid-19. “Sebuah virus yang telah membawa dampak pada semua lini kehidupan. Baik kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya,” terangnya.

Pathul menegaskan, dengan adanya wabah ini mendorong semua elemen untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Dengan kerja keras dan inovasi, para pakar akhirnya menemukan vaksin, serta merekomendasikan penerapan protokol kesehatan, sebagai solusi yang terbukti mujarab untuk menghadapi wabah ini. “Meski demikian, hadirnya ancaman baru berupa varian-varian dari virus corona ini, harus menjadi alarm bagi kita untuk lebih berhati-hati dan mawas diri, sembari tetap disiplin dalam menerapkan aturan protokol kesehatan yang berlaku, demi keselamatan kita bersama,” terangnya.

BACA JUGA :  Usut Tuntas Temuan Invoice Fiktif Anggota DPRD NTB dan Program Beasiswa

Disampaikan juga, walaupun tengah menghadapi kondisi yang cukup sulit ini, warga harus tetap selalu bersyukur bahwa dalam perjalanan satu tahun lebih menghadapi pandemi Covid-19 ini, negara masih menunjukan ketahanan, baik secara ekonomi maupun sosial. Di tengah berbagai duka nestapa yang dilahirkan pandemi ini, bangsa ini masih bisa tersenyum melihat prestasi anak bangsa. “Di olimpiade Tokyo baru-baru ini, kita menyaksikan perjuangan Greysia Poli dan Apriyani Rahayu yang mempersembahkan medali emas bulutangkis untuk Indonesia. Yang tak kalah mengesankan adalah, tampilnya salah seorang putra NTB, Lalu Muhammad Zohri di pesta olahraga dunia yang terbesar ini,” terangnya.

Ia menegaskan, bahwa prestasi dan capaian di tengah pandemi ini memberikan pesan kepada kita bahwa meski hidup sedang sulit, namun itu tidak boleh menjadi alasan untuk kalah dan berhenti berjuang. Pemerintah dari tingkat pusat, hingga ke daerah, sudah melakukan langkah-langkah yang membuat pandemi ini semakin bersahabat dan kita tidak semakin terpuruk. “Pendekatan kesehatan yang diimbangi dengan pendekatan ekonomi yang diambil pemerintah dalam kebijakan penanggulangan pandemi, terbukti membuat kita masih dapat bertahan dan mendorong perputaran roda ekonomi dengan baik,” jelasnya.

Baginya tentu berbagai kebijakan serba darurat yang ditempuh pemerintah tidak dapat memuaskan semua pihak secara sekaligus. Namun memang diperlukan kebesaran hati untuk memikirkan kebutuhan yang lebih besar, yaitu untuk kepentingan bangsa ini. “Hal yang sama pernah diteladankan oleh para pejuang bangsa, ketika mengesampingkan kepentingan-kepentingan kecil dan primordial mereka. Sehingga mereka mampu menggalang semangat persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan untuk melawan penjajah,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa kita harus mampu melebur dalam semangat yang sama, menggalang kebersamaan untuk berperang melawan pandemi covid-19. Kita perlu mengingat, bahwa di dunia yang fana ini, tidak ada yang abadi. Pandemi, seburuk apapun keadaannya, pasti akan berlalu. “Tatatan dunia baru sebentar lagi akan terhampar di depan mata. Untuk itulah, kita perlu menjaga spirit optimisme, saling bergandeng tangan dan bergotong royong sebagai kekuatan dalam menghadapi wabah ini,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa kebersamaan akan sangat dibutuhkan dalam menyongsong berbagai agenda besar pembangunan yang menghamparkan peluang dan mimpi yang gemilang. Baru-baru ini kita telah menuntaskan pembangunan sirkuit Mandalika. Capaian ini semakin menebalkan optimisme kita bahwa sebentar lagi, kita akan menjadi tuan rumah gelaran superbike dan MotoGP, ajang olaharga dunia yang sangat prestisius. “Sementara itu, di berbagai daerah di NTB, industrialisasi dan penguatan sektor-sektor ekonomi penopangnya, juga terus berkembang. Kita optimis, jalan yang kita tempuh ini akan membawa kita pada era yang gemilang. Para pahlawan telah memberi inspirasi. Maka kita sebagai generasi penerus yang harus mewujudkan kejayaan kita sebagai bangsa dalam mengisi kemerdekaan untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa,” terangnya. (flo/gal/met)