Khidmat, Upacara HUT Kota Mataram

KHIDMAT: Wali Kota Mataram H. Ahayar Abduh saat memimpin upacara HUT Kota Mataram ke-23 kemarin.

MATARAM– Puncak peringatan HUT Kota Mataram ke-23 berupa upacara bendera yang berlangsung kemarin berjalan khidmat. Upacara dihadiri Wakil Gubernur NTB HM. Amin. Upacara bendera dilangsungkan di lapangan Sangkareang.

Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh bertindak sebagai Inspektur Upacara. Tema HUT tahun ini adalah “Mataram Punya Cerita untuk NTB yang lebih baik”.

Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengatakan, Mataram tengah memasuki usia dewasa. Kedepan program-program yang disiapkan oleh pemerintah harus lebih baik lagi agar masyarakat bisa menikmati pekembangan  daerah ini.”  Pemerintah harus wujudkan program-program  pada masa depan untuk masyarakat Mataram," tegas Mohan saat ditemui usai upacara.

Pemkot Mataram sudah menuangkan rencana-rencana besarnya dalam dalam dokumen RPJMD. Mohan berharap apa yang menjadi ikhtiar untuk peningakatan kualitas dan peningakatan ekonomi masyarakat  bisa diapresiasi oleh masyarakat sehingga.” Kami bekerja untuk rakyat Kota Mataram." tegasnya.

Terkait dengan tema Mataram Punya Cerita, Mohan menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan cerita yaitu bagaiamana perjalanan Kota Mataram sampai bisa besar dan maju. Banyak pengorbanan dan dinamika yang dilalui oleh orang-orang terdulu yang kini sudah menjadi cerita." Cerita itu adalah  bagian dari proses perkembangan menuju Kota Modern,” ungkapnya. Menuju kota metropolis, sudah pasti akan banyak dinamika.

Bagaimanapun dalam proses perkembangan pasti akan ada dinamika. Pemkot bertekad tidak hanya pembangunan fisik atau visual yang ditingkatkan, tetapi pembangunan manusia juga harus ditingkatkan terutama untuk peningkatan ekonomi, agar  masyarakat bisa menikmati kemajuan ekonomi secara nyata. Jangan justri masyarakat asli hanya  menjadi penonton.

Puncak HUT semakin meriah dengan beraksinya 12 penerjun payung membawa bendera merah putih dan bendera Kota Mataram.

Kemarin juga ada penandatanganan MoU antara Pemkot dengan PT. Bank Mandiri (PERSERO) Tbk tentang penggunaan jasa dan produk perbankan. Selain itu ada juga penyerahan Citra Daerah Arsip oleh Kepala Arsip Nasional RI Dr. Mustari Irawan, MPA dan penyerahan piagam penghargaan implementasi smart city nusantara dari PT. Telkom Indonesia kepada Walikota Mataram.

Sementara itu banyak tokoh yang mengapresiasi kemajuan Kota Mataram. Diantaranya HL Mujitahid, mantan Wali Kota Mataram. Menurut Mujitahid, pada saat dirinya memimpin kota ini sekitar 35 tahun lalu, yang bagus jalannya hanya Jalan Langko dan Jalan Pejanggik saja. Sekarang katanya, jalan-jalan sudah mulus dan lebar.” Perkembangan ini patut untuk diapresiasi,” ungkapnya.

Meski begitu Mujitahid memberikan catatan soal tata ruang di Kota Mataram yang dianggap semerawut. Mujitahid mengklaim dulu dirinya menyusun konsep tata ruang agar kota ini indah dan layak didiami. “ Kita sudah atur mana kawasan kantor, sekolah, pemukiman dan pusat perdagangan,” ungkapnya.

Kini tata ruang banyak yang salah dimanfaatkan. Hal ini tentu karena faktor pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat terhadap lahan untuk berbisnis. Hal ini perlu dibenahi segera.

Pada kesempatan ini, Mujitahid mengoreksi usia Kota Mataram. Menurutnya, usia Kota Mataram itu 36 tahun, bukan 23 tahun. Ini dihitung sejak Mataram resmi menjadi Kota Administratif tahun 1978. Sejak saat itu Mataram sudah menjadi ibu kota provinsi. Kalau Kota Mataram berusia 23 tahun, maka dalam catatan usia 23 tahun ini dirinya tidak masuk pernah menjabat sebagai wali kota.” Kalau 23 tahun, saya tidak masuk dalam catatan ini," terangnya.

Tokoh Mataram lainnya, HL. Winengan mengatakan, Mataram pantas mendapatkan penghargaan dari Gubernur NTB.” Gubernur harus berikan hadiah kepada Kota Mataram," harapnya.

Sebagai warga Kota Mataram, ia menyebut prestasi Kota Mataram sangat banyak sekali, yang paling terbaru yakni sukses menjadi tuan rumah penyelenggara MTQ Nasional bulan Agustus lalu." Ini harus diapresiasi,” paparnya.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut