Keuangan Syariah Diyakini Mampu Dongkrak Ekonomi Riil

KEUANGAN SYARIAH: Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin saat membuka Pasar Keuangan Syariah di Mataram, Kamis (3/11) (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB bersama industri keuangan syariah menggelar Pasar Keuangan Syariah yang dipusatkan di Lombok Epicentrum Mall (LEM) dari tanggal 3-6 November 2016. Kegiatan Pasar Keuangan Syariah yang disemarakan dengan berbagai kegiatan itu, sebagai salah satu upaya OJK bersama industri keuangan syariah untuk membumikan keuangan syariah di daerah yang dikenal berpenduduk mayoritas muslim ini.

Pasar Keuangan Syariah, Kamis kemarin (3/11) secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin yang juga dihadiri oleh Deputi Direktur Pengembangan Produk dan Edukasi Perbankan Syariah, OJK, Dr. H. Setiawan Budi Utomo, Karim Consulting Indonesia, Adiwarman Karim.

Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin menyebut kehadiran industri keuangan syariah di Provinsi NTB sebagai kekuatan baru dalam menggerakan perekonomian di NTB utamanya di sektor riil. Industri keuangan syariah memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Terlebih lagi penduduk di NTB mayoritas muslim menjadi peluang besar keuangan syariah yang cukup besar.

“Kita menginginkan keuangan syariah dapat merespon program daerah dalam membangun dan menumbuhkan perekonomian rakyat utamanya di sektor usaha mikro kecil dan menengah,” kata Amin dihadapan ratusan tamu undangan yang hadir dalam sambutannya membuka Pasar Keuangan Syariah.

Dikatakan, sistem perbankan syariah sebagai bagian dari sistem ekonomi dan keuangan daerah harus dapat diarahkan untuk merespon agenda pembangunan daerah yang telah ditetapkan. Selain itu, layanan keuangan syariah harus dapat memenuhi harapan masyarakat untuk lebih berperan dalam mendukung pembangunan sektor riil dalam menggerakan ekonomi masyarakat seperti pelaku UMKM dan sektor lainnya. “Karakteristik ekonomi syariah itu mengedepankan transaksi berkeadilan, maka kita harapakan akan bisa berdampak optimal terhadap ekonomi di NTB,” harap Amin.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Yusri pelaksanaan Pasar Keuangan Syariah yang digelar OJK dan industri keuangan syariah tidak hanya sebatas tema di waktu tertentu saja. Melainkan bagaimana menanamkan prinsip keuangan syariah di NTB bisa dimasyarakatkan. “Kita inginkan NTB bisa membumikan ekonomi syariah sebagaimana potensi yang sangat besar di NTB,” kata Yusri.

Yusri mengatakan, pembangunan ekonomi syariah di NTB memiliki potensi begitu besar. Bahkan komitmen pemerintah daerah di NTB sangat besar dalam menerapkan ekonomi syariah di NTB. Terbukti dengan komitmen Pemprov NTB untuk melakukan konversi PT BPR NTB dari konvensional menjadi usaha syariah. Begitu juga dengan kebijakan Gubernur NTB, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi yang akan melakukan konversi BPD Bank NTB dari konvensional menjadi syariah ditargetkan tahun 2018 mendatang. “Pemprov NTB telah berkomitmen untuk membangun keuangan syariah di NTB,” ucap Yusri. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid