Ketua Berkarya Lobar dan Mataram Berganti

Darmawan (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – DPW Berkarya Kubu Hutomo Mandala Putra (HMP) melakukan restrukturisasi terhadap kepengurusan di dua kabupaten/kota yakni, Lombok Barat dan Kota Mataram.

Untuk Lombok Barat, ketua sebelumnya Agus Kamarwan digantikan Erwin Ibrahim. Kemudian Kota Mataram, I Gusti Agung Nyoman digantikan Syamsul Bahri. “Dua daerah ini direstrukturisasi karena mereka sudah keluar dari Partai Berkarya,” ungkap Ketua DPW Berkarya NTB Kubu HMP Darmawan saat ditemui di Kantor DPW Berkarya NTB, Senin kemarin (13/6).

Ditegaskan, pihaknya mengambil sikap tegas dengan memecat Agus Kamarwan dari Ketua Berkarya Lombok Barat (Lobar) dan I Gusti Agung Nyoman dari Ketua Berkarya Kota Mataram karena keduanya sudah pindah partai.

Lebih lanjut, restrukturisasi kepengurusan itu sebagai upaya partai menghadapi Pemilu 2024. Di mana pada 2022, Pemilu diawali dengan proses verifikasi partai politik sebagai peserta. Untuk itu pihaknya harus melakukan restrukturisasi dan penyempurnaan kepengurusan di kabupaten/kota.

Adapun untuk tujuh kabupaten/kota dipastikan tidak ada restrukturisasi kepengurusan. Mereka dipastikan tetap loyal dan setia dengan HMP. Di antaranya Lombok Tengah tetap dipegang Lalu Ahmad Wirajaya, Lombok Timur Haji Maknun, Kabupaten Sumbawa Barat Baharuddin Ang, Kabupaten Sumbawa Sayat Alamuddin, Kabupaten Dompu Ilham Wahyudi, Kota Bima Subhan Nur dan Kabupaten Bima Sulaiman. “Untuk KLU kita masih tunggu SK restrukturisasi DPP. Karena ketua sebelumnya Haulani sudah pindah partai,” bebernya.

Baca Juga :  Nasdem Tegaskan Berpolitik Tanpa Mahar

Lebih lanjut diungkapkan, dalam waktu dekat ini akan keluar putusan banding yang diajukan oleh kubu Muchdi PR terkait putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang memenangkan kubu HMP beberapa waktu lalu.

Adapun putusan PTUN Jakarta yakni mencabut dua SK Menteri Hukum dan HAM RI tentang Pengesahan AD/ART kubu Muchdi PR. “Kami optimis putusan banding tetap akan menguatkan putusan PTUN sebelumnya yang memenangkan Berkarya yang dipimpin HMP,” terangnya.

Dan jika putusan banding kembali menguatkan putusan sebelumnya, maka pihaknya akan mengambil sikap tegas terhadap anggota dewan dari Partai Berkarya yang sudah menyeberang ke kubu Beringin Karya yang dipimpin Muchdi PR. Pihaknya akan melakukan pergantian antar-waktu (PAW). “Kita sudah ada daftar anggota dewan yang tidak loyal. Mereka bersiap akan kita PAW,” imbuhnya.

Baca Juga :  DPC PPP Lotim Dilanda Perpecahan

Sekretaris DPW Berkarya NTB Indra Jaya menambahkan, pihaknya sudah dipanggil oleh DPP beberapa waktu lalu. Dalam rapat di DPP, pengurus di daerah diminta sudah mulai mempersiapkan berbagai hal diperlukan bagi kesiapan menghadapi Pemilu 2024.

Kendati pihaknya masih mengalami konflik. Tetapi persiapan menghadapi Pemilu tetap harus dilakukan dari sekarang. Baginya, apa terjadi di tubuh Berkarya menjadi proses pendewasaan politik bagi kader. Pihaknya pun tetap optimistis konflik yang ada tidak berpengaruh terhadap raihan suara Pemilu 2024. “Kita tetap yakin bisa mendulang suara signifikan di NTB pada Pemilu 2024,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Berkarya Lobar Erwin Ibrahim menegaskan, sebagai kader yang diamanahkan memimpin Berkarya, pihaknya siap membesarkan dan memajukan Partai. “Saya lahir batin siap membesarkan dan memajukan partai,” pungkasnya. (yan)