Ketika Lubang Emas Berubah Menjadi Lubang Maut

Ada yang Kapok, Ada yang Ingin Kembali Menambang

Ketika Lubang Emas Berubah Menjadi Lubang Maut
DIRAWAT : Nuriman, salah satu penambang emas yang menjadi korban gas beracun saat di RSUD Tripat sedang makan disuapi istrinya. (ZULFAHMI/RADAR LOMBOK)

Peristiwa nahas kembali menyelimuti tambang emas Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Setelah lama tak terdengar, 13 penambang kembali menjadi korban giur harta karun. Tragisnya lagi, tujuh orang di antara mereka dinyatakan tewas.

BACA : Tambang Emas Ilegal Sekotong Makan Korban


ZULFAHMI-LOMBOK BARAT


SUASANA Instalasi Rawat Inap (Irna) RSUD Tripat Lombok Barat tampak lengang, kemarin. Tiga orang tampak berbaring lemas di ruangan nomor 3 itu. Salah satunya Nuriman, 40 tahun, warga Dusun Selodong Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Ia adalah salah satu penambang emas yang menjadi korban gas beracun saat menambang di Gunung Suge Desa Buwun Mas, Selasa (19/6) lalu.

Beruntung, pria berkulit hitam manis ini selamat dari jeratan maut lubang itu. Iya, Nuriman dan kelima temannya berhasil lolos dari ancaman maut saat menambang. Sedangkan tujuh orang temannya yang lain harus menemui ajalnya di dalam lubang itu. Mereka tewas setelah kehabisan oksigen dan tidak bisa bernapas.

Nuriman bagaikan baru bangun dari mimpi buruk petaka yang merenggut nyawa ketujuh temannya itu. Ia masih terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit setelah melewati masa kritisnya. Nuriman adalah satu dari tiga temannya yang dirujuk ke RSUD Tripat dari Puskesmas Sekotong, karena harus dirawat intensif. Berselimut kain tenun Lombok warna hijau bergaris merah, Nuriman tampak belum bisa bangun.